-->

Kronik Toggle

Sujiwo Tejo Sentil Koruptor lewat Buku

JAKARTA – Sujiwo Tejo terkenal sebagai aktor yang senang mengungkapkan kata-kata nyeleneh. Bintang Tendangan dari Langit itupun senang mengkritik, terutama kepada pemerintah.

Kali ini, Sujiwo mengkritik pemerintah di dalam sebuah buku yang diberi judul ‘Ngawur Karena Benar’. Dalam buku itu, Sujiwo Tejo tidak hanya menyentil pemerintah saja, bahkan dia juga menyentil kepribadian seseorang.

“50 persen menyentil kepemerintahan, tapi 50 persen menyentil kepribadin kita sendiri,” ujarnya ketika ditemui di Galeri cipta II, Taman Ismail Marjuki, Jakarta Pusat, Rabu (14/3/2012) malam.

Tentu saja, dengan judul buku yang sedikit jenaka, pria yang berprofesi sebagai dalang ini mempunyai alasan tertentu tentang arti kata ‘Ngawur Karena Benar’. Pasalnya, waktu kecil Sujiwotejo gemar menonton film kungfu dan Mandarin.

“Ngawur karena bener itu adalah jalan terakhir gitu lho, saya sangat suka sekali waktu kecil itu dengan Drunken Master, film mandarin tentang dewa mabuk, hantem sana-hantem sini, tapi kena sasaran,” paparnya.

Menurut bintang film Kafir itu, siapapun orangnya yang memimpin negeri ini bisa melakukan praktek korupsi karena semua orang mempunyai kesempatan untuk melakukannya.

“Siapapun menjadi pejabat harus menjadikan itu sebagai kesempatan. Karena orang miskin enggak ada harganya. Dan yang kedua, menjadi pejabat di indonesia, kalau enggak kaya enggak dihargai,” imbuhnya.

Sujiwo mengajak masyarakat tidak menghargai wakil rakyat yang terbukti melakukan tindak korupsi dalam buku yang ditulisnya.

“Sebetulnya buku ini bukan nyentil koruptor, tapi bahwa kita sendiri yang mengkondisikan adanya koruptor kalau kita mau pengen gerakan yang bagus, kalau ada koruptor misalnya jangan disapa, berani enggak?,” tutupnya.(nsa)

*)Okezone, 15 Maret 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan