-->

Kronik Toggle

Poppy Dharsono Rilis Buku, Machica Mochtar Terhina

JAKARTA – Mantan istri Moerdiono, Poppy Dharsono telah meluncurkan buku tentang kisahnya bersama almarhum Moerdiono berjudul ‘Pak Moer-Poppy: The Untold Story’.

Dalam buku tersebut, Poppy menuding Machica Mochtar yang mengaku dinikahi Moerdiono, dan semua kisah perjalanannya. Itu membuat Machica merasa dipermalukan, dihina dan dianiaya.

“Anda mau keliling seluruh dunia mencari inisial M dan anak IQ dan penyanyi dangdut, enggak mungkin ada samanya dong. Jadi bagi saya, dia sudah bikin buku, tapi isinya sampah semua. Maaf kata, kalau dia bisa menghina, ya saya juga kembali seperti itu. Jadi apa yang dia tulis, apa yang dia ceritakan, dia harus bertanggung jawab,” kata Machica saat ditemui di kediamannya, Senin (20/3/2012) malam.

Poppy secara detail dan sistematis memojokkan Machica dengan melukiskan kisah pedangdut senior itu, yang memperjuangkan diakuinya pernikahan dengan pak Moer tapi ditolak Pengadilan Agama Tigaraksa.

Meachica pun semakin mendidih, dia tak habis pikir mengapa Poppy begitu menyerangnya. Padahal dia tak pernah mendiskreditkan Poppy.

“Kisahmu dengan pak Moer, silakan, itu urusan percintaan kau dengan pak Moer. Saya juga dengan pak Moer ada anak saya. Saya tidak pernah melibatkan orang lain, dan tak mau tahu urusan orang lain,” imbuhnya.

“Karena yang punya urusan sendiri dengan pak Moer itu cerita di masa lalu saya, saya menikah, saya hidup bersama, saya punya anak, itu yang saya ceritakan. Saya tidak pernah keluar dari situ. Tapi kemudian ada intimidasi, mengancam, ini orang lain yang memperlakukan saya begitu. Tapi apapun yang terjadi saya tetap bertanggung jawab karena ini darah daging saya,” sambungnya.

Giwo Rubiyanto, mantan Ketua KPAI yang pada 2007 membenarkan upaya Machica meminta KPAI mempertemukan Moerdiono dengan Iqbal. Tapi almarhum kepada KPAI menolak bertemu dengan Iqbal.

“Tentunya yang opaking utama adalah melindungi anak-anak. Sesuai UU Anak nomor 03 tahun 2002, bahwa setiap warga negara dan setiap anak-anak harus diberikan hak-haknya sepenuhnya. Kemudian kami menjeaskan bahwa ingin ananda Iqbal bertemu, dasar hukumnya apa, kami jelaskan kepada Machica. Tetapi bapak Moerdiono menyampaikan secara jelas dan singkat bahwa beliau tidak akan pernah, dan pernah mengakui Iqbal sebagai anak kandungnya, begitu,” tandasnya.(Go Spot/Media/nsa)

*)Okezone, 20 Maret 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan