-->

Resensi Toggle

Kabar Resensi Pekan Ketiga Maret 2012

Berikut ini adalah KABAR BUKU Edisi Khusus RESENSI yang disiarkan RADIO BUKU bekerjasama dengan portal berita www.indonesiabuku.com. Kabar sepekan resensi buku di sejumlah media massa cetak di Indonesia.

Gadis KretekGadis Kretek

Karya Ratih Kumala

Resensi ditulis Redaksi

Dimuat MEDIA INDONESIA, 18 Maret 2012

Dalam novelnya kali ini, Gadis Kretek, Ratih dapat meramu aroma kretek dengan kisah romantis. Ramuan itu pun bisa masuk dengan Smooth pada kisah utama yang bercerita tentang sejarah percintaan seorang juragan kretek di Kudus yang dihormati. Dalam novelnya itu, alur cerita Ratih terasa kuat saat masuk ke keluarga Bromo Soeraja. Background kebudayaan Jawa yang di tonjolkan turut memperkuat kisah percintaan yang terjadi pada ‘tempo dulu’ dan membawa pembaca ke sana.

Hak-hak Asasi Manusia: Polemik dengan Agama dan Kebudayaan

Karya F. Budi Hardiman

Resensi ditulis Franz Magnis-Suseno SJ

Dimuat KOMPAS, 18 Maret 2012

Pada tahun 1990 negara-negara Islam mempermaklumkan the Cairo Declaration on Human Rights in Islam di mana hak-hak asasi manusia dinyatakan berlaku sejauh tidak bertentangan dengan syariah Islam. Namun, debat tentang hak-hak asasi manusia belum juga selesai. Ucapan seperti “jangan memutlakan hak-hak asasi manusia” masih sering terdengar. Melihat situasi ini, buku F Budi Hardiman terbit tepat pada waktunya. Keunggulan buku ini adalah: pertama, penulis berhasil membantah sekian omongan dangkal yang menyamakan hak-hak asasi manusia dengan liberalisme Barat. Yang kedua, pembahasannya bertolak dari pengalaman-pengalaman negatif dalam medernitas.

Manipulasi Kebijakan Pendidikan

Karya Darmaningtyas | Edi Subkhan

Resensi ditulis Nawawi S

Dimuat KORAN TEMPO, 18 Maret 2012

Telah lama kebijakan pendidikan di Indonesia menjadi sasaran kritik dari berbagai kalangan. Mulai soal visi pendidikan yang tidak jelas sampai implementasi pendidikan yang berlumur masalah. Juga yang tidak kalah penting adalah soal akses dan pemerataan pendidikan. Buku yang disusun oleh Darmaningtiyas dan Edi Subkhan berjudul Manipulasi Kebijakan Pendidikan ini memberi lampu penerang yang sangat terang tentang realitas pendidikan kita saat ini. Ternyata setelah semua terang benderang, mulai soal sistem, implementasi, perangkat, hingga hal yang bersangkutan dengan pendidikan begitu bobrok dan memprihatinkan. Salah satu contoh dari sekian bobroknya sistem pendidikan kita adalah legistimasi Rintisan Sekolah Berstandar Intenasional (RSBI), yang merupakan wujud penggiringan pendidikan di Indonesia menjadi produksi kapital.

Dari Langit Turun Ke Bumi: Best Practices For Spiritual Leadership

Karya Misbahul Huda

Resensi ditulis Mursyid Burhanuddin

Dimuat JAWA POS, 18 Maret 2012

Dari Langit Turun ke Bumi adalah buku ketiga Misbahul Huda. Buku ini menyeruak diantara maraknya diskursus Spiritual Leadership. Seperti Mission Ini  Possible dan Ummi Inside, buku tersebut memilih angel dan penghampiran yang berbeda. Meski buku ini memuat 29 hukum dan teori spiritualitas, penulis tetap “hadir dan lebur” pada segenap teori yang dikemukakan. Dengan begitu buku how to tersebut terasa cair, praktis, dan tetap kredibel.

Compassion

Karya Karen Amstrong

Resensi ditulis Abd. Sidiq Notonegoro

Dimuat JAWA POS, 18 Maret 2012

Kekerasan demi kekerasan yang diatas namakan agama, sepertinya, bukan hal yang aneh lagi di negeri ini. Akibatnya jalan menuju perdamaian dan peredaan konflik semakin tertutup. Karena itu, tidaklah berlebihan bila kerap ditemukan fakta bahwa dibalik konflik yang di atas namakan agama, intern maupun ekstern umat beragama, bersemayam kepentingan politik “sekuler” sesaat. Bermula dari fakta-fakta seperti itu, yang ternyata juga terjadi hampir diseluruh belahan bumi ini, Karen Amstrong yang sangat dikenal sebagai profesor yang piawai menguraikan pelik sejarah agama-agama harus keluar dari maqom-nya sebagai sejarawan dan mengambil peran lazimnya seorang guru spiritual pribadi.

Perempuan Berbicara Kretek

Karya Abmi Handayani, dkk

Resensi ditulis Andi Adrianto

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 18 Maret 2012

Literatur Jawa klasik mengisahkan tentang sosok perempuan bernama Rara Mendut, berasal dari klan biasa, Mendut tak minder, apalagi pesimis. Bahkan, orang mengenal dia sebagai perempuan yang sangat berani. Suatu ketika, panglima tua namanya Tumenggung Wiraguna mempunyai maksud terselubung dengan Mendut. Merasa punya kekuasaan, Wiraguna bebas mewujudkan segala mimpi dan keinginannya, termaksud berniat menikahi Mendut. Mendut menolak ajakan Wiraguna, meski ia sadar resiko berat yang akan dihadapinya.

Ahli Waris Budaya Dunia: Menjadi Indonesia 1950-1965

Karya Jennifer Lindsay | Maya HT Liem

Resensi ditulis Mahroes Ali

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 18 Maret 2012

Kumpulan esai-esai panjang tergantung dalam buku berjudul Ahli Waris Budaya Dunia: Menjadi Indonesia 1950-1965 ini mengajak pembaca untuk turut serta ‘menziarahi’ kembali kepingan kebudayaan yang tercecer di Indonesia. dalam sejarah Republik Indonesia, dimensi kebudayaan karapkali terabaikan dan bahkan tak mendapatkan perhatian sama sekali. Seakan aspek budaya dilupakan begitu saja, dan lebih mengutamakan peristiwa heroik yang berdarah-darah.

Dinamika Asia Tenggara Menuju 2015

Karya C.P.F. Luhulima

Resensi ditulis Tommy Setiawan

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 18 Maret 2012

Indonesia merupakan salah satu negara yang tergabung dalam suatu organisasi Asia Tenggara (ASEAN). Dengan masuknya Indonesia di ASEAN, Indonesia tentu memiliki peran yang penting dalam perkembangan masyarakatnya. Yang mana, ini sama hal-nya dengan Indonesia memiliki kesempatan untuk meningkatkan kerja sama dengan negara sesama anggota ASEAN demi kebaikan masing-masing negara dan ini akan berdampak baik pula kehidupan rakyatnya.  Buku ini hadir sebagai salah satu wujud keprihatinan kita semua dalam dunia perkuliahan bagi mahasiswa dalam program studi hubungan internasional  khususnya. Masih ‘kurangnya’ kepustakaan tentang hubungan internasional. Maka dengan terbitnya buku ini akan menambah literature.

Kuasa Ramalan

Karya Peter Carey

Resensi ditulis Abdullah Hanif

Dimuat SUARA MERDEKA, 18 Maret 2012

Kurang lebih dua abad silam terjadi peperangan sengit antara bangsa kolonial Inggris dengan Keraton Ngayogyokarto. Bangsa kolonial memporak-porandakan Keraton Ngayogyokarto. Ribuan karya monumental produk asli keraton dirampas dan dibawa oleh Inggris dan tidak dikembalikan hingga sekarang. Sebuah kerugian yang luar biasa diderita bangsa Indonesia, dan Keraton Ngayogyokarto khususnya. Hal ini mengetuk pintu hati salah satu ilmuan ternama Inggris, Peter Carey. Carey merasa bangsanya berhutang budi kepada Keraton Ngayogyokarto lantaran perampokan karya adihulung di atas. Ia kemudian menuliskan buku tentang sosok ternama putra asli Keraton, Pangeran Diponegoro. Buku ini hasil penelitiannya selama kurun 30 tahun dengan sumber karya adihulung hasil perampasan sebagai referensi utama.

Batik Nusantara : Makna Filosofis, Cara Pembuatan, dan Industri Batik

Karya Ari Wulandari

Resensi ditulis Redaksi

Dimuat TRIBUN JOGJA, 18 Maret 2012

Batik merupakan warisan budaya bangsa Indonesia yang fenomenal. Dalam buku ini Ari Wulandari berhasil menyajikan sejarah batik dengan cara yang ringan dan mudah dicerna pembaca. Kondisi pelestarian batik yang paling mutakhir pun disajikan dengan apik. Buku ini secara lengkap mengulas mengenai batik, dimulai dari sejarah batik di 24 provinsi dari Jawa Timur hingga Papua, pengenalan batik keraton, batik pesisiran, dan batik pendalaman.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan