-->

Kronik Toggle

Gorontalo Terjebak Tradisi Lisan

GORONTALO – Pelacakan sejarah tentang Gorontalo yang meliputi aspek sosial, budaya, atau peristiwa penting dianggap cukup sulit oleh beberapa kalangan. Hal itu disebabkan minimnya bukti sejarah berupa catatan atau manuskrip ataupun benda-benda peninggalan kuno yang ada di Gorontalo. Masyarakat Gorontalo terjebak kentalnya tradisi lisan.

Demikian benang merah diskusi dan peluncuran buku berjudul Memori Gorontalo: Teritori, Transisi, dan Tradisi, Rabu lalu, di Gorontalo. Tampil sebagai narasumber adalah peneliti pada Pusat Studi Sosial Universitas Negeri Gorontalo Basri Amin, yang sekaligus penulis buku tersebut. Juga tampil anggota Dewan Perwakilan Daerah asal Gorontalo, Elnino Husein, serta pengajar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Negeri Gorontalo Suleman Bouti.

”Sebagian besar bahan yang ada di buku itu saya dapatkan dari perpustakaan di Belanda. Cukup sulit mendapatkan sumber atau bukti sejarah Gorontalo di daerah ini,” kata Basri.

Buku karya Basri Amin tersebut antara lain berisi riwayat kerajaan yang ada di Gorontalo, masa penjajahan Belanda, serta riwayat masuknya agama Islam di Gorontalo. Basri mengakui, sebelum kemerdekaan Indonesia, Belanda yang sempat menancapkan kekuasaannya di Gorontalo banyak membawa bukti sejarah tentang Gorontalo ke Belanda. Bukti sejarah itu antara lain foto atau benda-benda peninggalan di era kerajaan Gorontalo.

Elnino Husein menilai, kesadaran Pemerintah Daerah Gorontalo soal sejarah Gorontalo sangat minim. Tidak ada upaya pemda meminta benda koleksi sejarah Gorontalo yang tersimpan di museum milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Padahal, di sana banyak tersimpan benda bersejarah dari Gorontalo.

Suleman Bouti menambahkan, tradisi menulis bukan jadi budaya. Di Gorontalo lebih dikenal tradisi bertutur atau lisan. Salah satu contoh tradisi bertutur di Gorontalo adalah tanggomo, yaitu penuturan sebuah riwayat atau peristiwa sejarah dalam bentuk pantun yang disampaikan dengan iringan gambus. (APO)

Sumber: Kompas, 24 Maret 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan