-->

Kronik Toggle

Tanggapan atas Berita Novel Mahasiswa Bandung Sukses di Pasar Internasional

Sebuah blog dengan akun “littlemisstwiggydee” mempostikan tanggapan pada 24 Januari 2012 dengan judul “Tertipu”. Berikut ini adalah isi blognya:

Belum lama ini, gue membaca dua buah artikel mengenai Aya Lancaster di Media Indonesia dan Republika. Gue sempat merasa ‘terharu’ atas ‘keberhasilan’ Aya -yang bukan siapa-siapa- menembus ‘penerbit internasional’, sementara penerbit lokal menolak karyanya.

Menurut Aya, alasan penerbit lokal menolak manuskripnya, adalah karena tokoh utama dalam novelnya itu -yang notabene iblis perempuan- masih belum familiar di Indonesia. Jadilah, gue sempat pasang status Facebook -yang akhirnya langsung gue hapus- yang isinya ‘menghujat’ penerbit-penerbit lokal karena ‘pengecut’ -gak berani menerbitkan karya seperti Aya’s.

Usut punya usut. Ternyata, ‘penerbit internasional’ yang dimaksud dalam kedua artikel tersebut adalah Author House. Dan gue baru menyadari itu, setelah pagi ini gue membaca timeline milik seorang penulis Indonesia yang beberapa karyanya sudah diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama. Author House ini BUKAN publisher, melainkan ‘hanya’ sebuah self-publishing company yang mempunyai ‘cabang’ di Amerika Serikat dan Britania Raya.

Berbeda dengan penerbit konvensional -seperti PT. Gramedia Pustaka Utama, di mana sebuah naskah atau manuskrip itu WAJIB DISELEKSI sebelum diterbitkan- SEMUA orang BISA menerbitkan tulisannya melalui self-publishing. Ada yang GRATIS seperti NulisBuku atau Books On Demand. Ada pula yang harus bayar seperti Author House tadi.

Penerbit internasional -seperti di Amerika Serikat- seleksi naskahnya jauh lebih ketat dibanding penerbit Indonesia karena harus melalui agen -dan untuk mendapatkan agen itu sendiri pun gak mudah. Menurut penulis tersebut, masih banyak ditemukan typo dalam naskah milik Aya ini. Jadi, sangat kecil kemungkinannya untuk diterima oleh penerbit lokal. APALAGI penerbit internasional yang jauh lebih ‘pilih kasih’.

Kesimpulannya, kedua artikel mengenai Aya tersebut cenderung ‘menyesatkan’. Yah, mungkin juga karena masyarakat kita belum familiar dengan self-publishing. Jadi, -maaf- mudah ‘ditipu’. Dibilang ‘penerbit internasional’, padahal…

Dalam dunia penerbitan -yang masih asing bagi gue- menyamakan CONVENTIONAL PUBLISHER dengan SELF-PUBLISHING itu ‘DOSA BESAR’ -terutama di Amerika Serikat. Cukup banyak artikel yang gue temukan, yang isinya ‘menghujat’ self-publishing, baik secara terang-terangan maupun dengan ‘halus’.

Bagi gue pribadi, self-publishing bukanlah sesuatu yang ‘buruk’. Gue malah senang ada nulisbuku.com; situs self-publishing pertama di Indonesia yang berdiri sejak 2010. Saat ini -doakan semangat gue gak kendor di tengah jalan, dan kesehatan gue berangsur pulih- gue lagi asyik berkutat dengan manuskrip gue yang Insha Allah -sambil menunggu jawaban dari penerbit konvensional- akan gue terbitkan melalui Nulis Buku. Tapi, mungkin masih beberapa bulan lagi karena sekarang gue lagi terjangkit penyakit writer’s block -sumpah, menulis buku itu ternyata melelahkan! *Makanya, say NO to plagiarism!*

FYI, beberapa penulis terkenal juga ‘berangkat’ dari self-publishing loh. Sebut saja, Christopher Paolini dengan ERAGON nya, dan Jack Canfield dengan CHICKEN SOUP FOR THE SOUL nya. Bahkan, konon Mark Twain pernah menjual bukunya door-to-door -iya, seperti seorang sales man yang menawarkan peralatan dapur untuk ibu-ibu masa kini. *Tsaaah…*

Selain nulisbuku.com, gue juga bercita-cita menerbitkan buku gue -versi bahasa Inggris atau Jerman- melalui bod.de alias Books On Demand.

So, ingin bukumu diterbitkan ‘penerbit internasional’? Mudah kok! Tinggal upload saja di website ‘penerbit internasional’ yang kamu pilih. TANPA SELEKSI KETAT! Yang sulit itu, bagaimana menarik pembaca internasional -yang lebih selektif dan kritis memilih buku bacaannya- supaya tertarik membeli bukumu -orang bilang, bagian tersulit dalam self-publishing itu adalah marketingnya, which Aya already ‘did well’.

But, sorry to say, NOTHING SPECIAL about Aya Lancaster -except she’s famous now, thanks to misguiding articles.

The good news is, ada loh penulis Indonesia yang karyanya, terbit pertama kali melalui penerbit internasional -itupun, dia sudah hijrah ke Amerika Serikat sejak 1998. Nah, kalau yang ini memang seratus persen PENERBIT INTERNASIONAL. Coba deh, cek OF BEES AND MIST  nya Erick Setiawan.

Kapan-kapan, gue coba tulis tentang plus-minus penerbit konvensional dan self-publishing ya. But for now, gue mau sarapan dulu -and it is 2.50 p.m. already.

Sumber: http://littlemisstwiggydee.com, 24 Januari 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan