-->

Kronik Toggle

Mengawali Tahun dengan Berbagi Buku

Apa yang ingin Anda lakukan di awal tahun 2012 ini? Jika keinginan berbagi muncul di benak Anda, gerakan sosial Drive Books, Not Cars dapat memfasilitasinya. Anda dapat mendonasikan novel berbahasa Inggris atau buku bacaan berbahasa Indonesia lainnya melalui sejumlah titik penyetoran buku di Jakarta. Sumbangan buku berlangsung hingga 27 Januari 2012. Kemudian, pada 29 Januari 2012, buku sumbangan Anda akan dijual kembali melalui kegiatan satu hari menjual buku. Hasilnya, baik buku maupun uang tunai hasil penjualan, akan disumbangkan ke komunitas anak di Jakarta dan Flores, Nusa Tenggara Timur.

“Bulan September lalu, dalam rangka acara Drive Books Not Cars yang pertama, kami telah berhasil mengumpulkan lebih dari 5000 buku. Kami membutuhkan bantuan semua orang agar acara kedua kami akan lebih sukses lagi,” harap Zack Petersen, salah satu penggagas Drive Books, Not Cars, kepada Kompas Female melalui surat elektronik.

Caranya?
Jika buku-buku Anda hanya menjadi pajangan dan menumpuk di rumah, Anda bisa berbagi dengan menyumbangkannya untuk mendukung pendidikan anak-anak di Jakarta dan Flores. Caranya, bawa buku yang ingin Anda sumbangkan, lalu setorkan buku di kotak pengumpulan buku gerakan Drive Books, Not Cars di sekitar 40 gerai Starbucks di Jakarta. Tak hanya kedai kopi ini yang menyediakan drop box, Anda juga bisa menyumbangkan buku melalui sejumlah titik ini:
* Kedutaan Besar Australia
* Hotel Mandarin Oriental
* Apartemen The Peak
* Plaza Indonesia
* BlitzMegaplex Grand Indonesia dan Pacific Place
* Kinokuniya Plaza Senayan dan Grand Indonesia
* Newsroom Jakarta Globe di Gedung Citra Graha
* Caz Bar di Mega Kuningan
* Eastern Promise di Kemang
* Bagel2bagel di Kemang
* Habibie Center di Kemang
* Japan Foundation
* Erasmus Huis

Untuk apa?
Lantas ke mana buku-buku tersebut akan disalurkan? Drive Books, Not Cars akan menyalurkannya untuk mengisi perpustakaan untuk anak di daerah. Selain juga akan menjual sejumlah buku di sela momen car free day pada 29 Januari 2012, tepatnya di depan mal EX Jakarta, kepada masyarakat umum dengan harga Rp 35.000-50.000. Hasil penjualan akan dibagi dua untuk mendukung kegiatan pendidikan komunitas anak Taman Bacaan Pelangi dan Sahabat Anak.

Lebih jauh, Petersen menjelaskan, Taman Bacaan Pelangi, sebuah organisasi yang membuat perpustakaan kecil untuk anak-anak di desa Flores, NTT akan memilih beberapa buku tersebut untuk membawanya ke perpustakaan mereka di NTT. Sisa buku akan dijual dan semua dana yang terkumpul akan dibagi rata antara Taman Bacaan Pelangi dan Sahabat Anak. Hingga saat ini Taman Bacaan Pelangi sudah berhasil mendirikan 17 perpustakaan di beberapa desa di Flores. Sementara, Sahabat Anak aktif menggelar program Bimbingan Belajar kepada anak jalanan. Bersama sejumlah sukarelawan, saat ini Sahabat Anak menyebar di tujuh lokasi di Jakarta.

“Taman Bacaan Pelangi akan menggunakan dana tersebut untuk mendirikan perpustakaan di NTT. Sahabat Anak akan menggunakan dana tersebut untuk membiayai sekolah anak-anak jalanan yang mengikuti program Sahabat Anak,” tandasnya.

Tak sulit bukan, untuk berbagi?

*)female.kompas, 3 Januari 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan