-->

Kronik Toggle

Delivery Service di Perpustakaan Online Muhlas

JAKARTA – Rendahnya minat baca di Indonesia tentu menjadi keprihatinan tersendiri. Hal ini membuat beberapa mahasiswa tergerak untuk memperbaiki permasalahan tersebut.

Salah satunya seperti yang dilakukan mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Muhlas Hanif Wigananda. Bersama teman-temannya, mahasiswa Teknik Sipil ini membentuk sebuah perpustakaan online bernama Pustaka Merah Putih.

Muhlas mengatakan, pembentukan Pustaka Merah Putih berawal dari daftar koleksi buku miliknya yang terdapat dalam jejaring sosial Facebook. Ternyata, tulisan tersebut mendapat tanggapan positif dari teman-temannya.

“Dari situlah muncul ide untuk membuat sebuah perpustakaan, namun dengan sistem administrasi online,” ujar Muhlas seperti dilansir dari ITS online, Kamis (5/1/2012).

Langkah selanjutnya, Muhlas dan kawan-kawan pun mengumpulkan berbagai buku koleksi pribadi mereka. Mereka yang ikut berpartisipasi di antaranya, M Hatta Rafsanjani dan Bin Haryati dari jurusan Statistika, serta Jalil Irfanartiko dari Teknik Perkapalan.

Hingga minggu kedua Desember, telah terkumpul sekira 257 buku. Kategori buku pun sangat bervariasi mulai dari buku motivasi, biografi tokoh, hingga pengetahuan umum.

Penggunaan Facebook sebagai media memberikan banyak dampak positif. “Pustaka Merah Putih jadi cepat berkembang karena mudah menjangkau berbagai kalangan mahasiswa serta info terbaru mengenai program ini mudah dilakukan,” katanya menjelaskan.

Perpustakaan yang akan diluncurkan resmi pada Jumat 6 Januari 2012 ini memiliki sistem operasi yang cukup simpel, tapi unik. “Seluruh buku yang ditawarkan diberi kode sesuai dengan inisial nama pemilik buku. Misalnya, buku milik saya diawali dengan kode M (Muhlas),” ujar mahasiswa angkatan 2008 tersebut.

Meskipun terhimpun di bawah satu grup, tetapi buku-buku tersebut tetap dipegang oleh masing-masing pemilik. Buku yang mereka pilih akan diantarkan langsung ke tempat para peminjam, sementara katalognya dapat diakses online.

Peminjaman buku ini tidak dipungut biaya alias gratis. Namun, layaknya sebuah perpustakaan, ada beberapa peraturan yang perlu diperhatikan. “Buku dapat dipinjam selama maksimal tujuh hari dan bisa diperpanjang. Tentunya, kalau terlambat mengembalikan, ada denda yang dikenakan. Kami mematok Rp1.000 per hari,” tuturnya.

Muhlas dan kawan-kawannya punya istilah sendiri bagi para peminjam buku di perpustakaan mereka, yaitu Sobat Pustaka. Melalui penggunaan nama khusus ini, diharapkan pembaca dapat merasa lebih akrab dan nyaman dengan Pustaka Merah Putih.

Menurutnya, semua perubahan harus diawali sedini mungkin, meskipun dari hal-hal yang kecil. ”Diharapkan citra perpustakaan bisa menjadi lebih baik dan mampu menumbuhkembangkan budaya membaca di kalangan mahasiswa ITS,” papar mahasiswa berkacamata ini.(mrg)(rhs)

*) Okezone, 5 Januari 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan