-->

Kronik Toggle

Buku "Pramoedya Menggugat" Diluncurkan

JAKARTA – Buku Pramoedya Menggugat, Melacak Jejak Indonesia diluncurkan pada Kamis (19/1), di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Buku tersebut merupakan hasil kajian Prof Koh Young-hun, Guru Besar Hankuk University of Foreign Studies, Korea Selatan.

Koh Young-hun selama ini secara tekun meneliti dan mengkaji karya-karya Pramoedya. Bukunya merupakan kajian terhadap empat novel karya Pram, yaitu tetralogi Bumi Manusia, Arus Balik, Arok Dedes, dan Gadis Pantai.

Pramoedya adalah salah satu sastrawan angkatan 1945 yang banyak mengangkat tema sosial politik Indonesia dalam karyanya. Meski demikian, selama Orde Baru, karya-karya Pram justru dilarang karena berbau komunisme.

Pada peluncuran buku tersebut, Koh Young-hun, Maman S Mahayana (editor buku yang juga dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia), dan Agus R Sarjono (Redaktur Majalah Sastra Horison) membedah pemikiran dan sikap kritis Pramoedya.

Agus mengatakan, Pram mengungkap sejarah dalam karyanya karena ingin mengetahui bagaimana proses lahirnya Indonesia sejak masa kerajaan hingga sekarang. ”Pram bukan sejarawan, tetapi penikmat sejarah,” kata Agus. Pram mewarnai karya sastra Indonesia dengan latar belakang sejarah dalam novelnya.

Koh Young-hun mengatakan, karya Pramoedya banyak dikaji mahasiswa Korea. Di Universitas Hankuk terdapat Jurusan Sastra Melayu Indonesia.

Sumber: Kompas 20 Januari 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan