-->

Kronik Toggle

Buku Berharga Itu Musashi (Eddy Susanto)

Dibuatnya poster. Dibikinnya desain kaos. Digarapnya sampul buku. Diciptakannya lukisan. Diutak-atiknya juga brand “Jogja Never Ending Asia”. Eddy Susanto (36 thn) sudah melakukan itu semuanya. Kali ini ia membagi pengalamannya membaca buku favoritnya: Musashi. Sudah 1000-an sampul buku dibuatnya, tapi nyaris tak satu pun isi buku itu dibacanya. Musashi adalah satu-nya buku yang menurutnya terbaik, satu-satunya yang selesai dibacanya, dan satu-satunya buku yang membikin dirinya tak bisa tenang di masa remaja yang unyu-unyu.

DENGARKAN DI SINI

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan