-->

Lainnya Toggle

Tak Bisa Sebut Buku, Capres Meksiko Dibilang Bodoh

MEXICO CITY – Seorang politis Meksiko mengalami saat memalukan yang bisa mencederai peluangnya memenangi pemilihan presiden mendatang.

Mantan gubernur negara bagian Meksiko Enrique Pena Nieto bingung ketika diminta menyebut tiga buku yang berpengaruh bagian. Setelah terlihat bingung, Nieto hanya bisa menyebut satu buku yang pernah dibacanya, yakni Injil, kantor berita AP melaporkan, Senin (5/12/2011).
Dalam berbagai jajak pendapat Pena Nieto, politisi tampan yang menikah dengan bintang telenovela Angelica Rivera, mengungguli kandidat presiden lainnya. Namun kegagalannya kali ini memberinya citra baru, yakni “ganteng tetapi kosong”.
“Saya membaca sejumlah buku, mulai dari novel, yang memang saya suka.” kataPena Nieto dalam sesi tanya jawab di Guadelajara International Book Fair, di kota Guadelajara, Sabtu (3/12/2011).
Saat dewasa, lanjut Pena Nieto, dia mendapat pengaruh dari Injil. Namun saat ditanya bab atau ayat Injil mana yang menyentuhnya, dia gelagapan sebelum menjawab “hanya membaca beberapa bagiannya”.
Politisi 45 tahun itu mengaku menyukai buku “La Silla del Aguila”, sebuah novel artinya “Kursi Kepresidenan”. Namun dia menyebut penulisnya adalah Enrique Krauze, salah seorang sejarawan ternama Meksiko. Padahal buku itu ditulis oleh Carlos Fuentes, seorang novelis kondang di negara itu.
“Sebenarnya, saat membaca buku, saya tidak begitu ingat judulnnya,” kilahnya beberapa menit kemudian.
Pena Nieto merupakan harapan bagi Partai Revolusioner Institusional (PRI) yang pernah berkuasa selama 71 tahun sebelum dikalahkan oleh partai konservatif pimpinan Vicente Fox pada tahun 2000.
Kegagapan Pena Nieto soal buku itu ditayangkan televisi dan memicu berbagai komentar lewat Twitter dari para kritikus PRI. Ada yang menjulukinya “Justin Bieber PRI”, sebab penyanyi remaja itu gelagapan juga saat diminta menyebut tujuh benua di sebuah acara televisi.
Sejumlah orang bahkan kemudian muncul di kantor pusat PRI di Mexico City dan secara simbolis menyerahkan sejumlah buku tentang sejarah Meksiko.
“Sangat memalukan bahwa ada orang yang ingin menjadi presiden tetapi tidak mengenal satu bukupun,” kata Hugo Giovanni Aguirre, seorang mahasiswa hukum.
Pena Nieto sendiri mengakui kesalahannya melalui Twitter pada Minggu (4/12/2011). “Saya membaca sejumlah tweet soal kesalahan kemarin, ada yang kritis, ada juga yang lucu. Saya berterima kasih atas semuanya,” tulisnya.
Tak mau kalah, lawan-lawan politik Pena Nieto juga melontarkan kritik. Tetapi mereka juga tak luput dari kebingungan soal pustaka.
Mantan menteri keuangan Ernesto Cordero, calon kuat dari Partai Aksi Nasional pimpinan Presiden Felipe Calderon, menilai kesalahan Pena Nieto menimbulkan “keraguan serius” tentang kualifikasinya.
Namun Cordero juga salah menyebut penulis sebuah buku yang disebutnya sebagai satu dari tiga buku favoritnya. Dia salah menyebut nama pertama penulis itu.
*) tribunnews, 6 Desember 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan