-->

Kronik Toggle

Sekolah Tertinggal Dapat Pasokan 20 Ribu Buku

JAKARTA – Kabar gembira bagi sekolah-sekolah di pedalaman dan daerah tertinggal. Dalam waktu dekat, sekolah-sekolah tersebut bakal mendapatkan pasokan sumbangan 20 ribu buku sekolah yang dihimpun oleh Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar dan Kapal Api.

Direktur Ekesekutif Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar Hikmat Hardono mengatakan, buku sebanyak 20 ribu tersebut merupakan buku sumbangan yang berasal dari masyarakat Indonesia. Buku dikumpulkan melalui gerakan sosial yang memanfaatkan situs www.secangkirsemangat.com dan akun jejaring sosial Twitter #secangkirsemangat selama hampir tiga bulan sejak Oktober 2011 sampai Desember 2011.

“Satu pesan yang disampaikan dalam situs dan akun twitter itu, dihargai dengan dua buah buku yang didonasikan,” ujar Hikmanto di Jakarta, Ahad (18/12).

Hikmanto melanjutkan, buku-buku tersebut akan didistribusikan secara merata ke 120 sekolah dasar di 14 kabupaten dan 14 provinsi. Beberapa sekolah yang akan mendapatkan buku pelajaran dan non pelajaran tersebut antara lain Kabupaten Aceh Utara, Nangroe Aceh Darussalam, Kabupaten Lebak (Banten), Kapuas Hulu (Kalbar), Gresik (Jatim) dan Bima (Nusa Tenggara Barat). Kemudian ke Kabupaten Rote Ndao (Nusa Tenggara Timur), Sangihe (Sulawesi Utara), Maluku Tenggara Barat (Maluku) dan Kabupaten Fakfak (Papua Barat).

Sementara itu, Kapal Api telah berkomitmen menjadikan gerakan donasi buku menjadi program jangka panjang perusahaan. Chief Executive Officer (CEO) PT Kapal Api Global, Ihsan Mulia Putri, menyatakan, dengan label program Secangkir Semangat untuk Indonesia, program donasi buku akan menjadi fokus kepedulian sosial perusahaan di bidang pendidikan.

“Kita akan teruskan program ini, mudah-mudahan dengan makin banyaknya buku untuk sekolah-sekolah di pelosok, makin bagus juga kualitas pendidikan bangsa ini,” kata Ihsan.

Pada bagian lain Hikmat menyatakan, selain pemberian sumbangan buku, melalui program tersebut juga dikirimkan para pengajar muda ke kawasan-kawasan terpinggirkan di tanah air.

*)republika, 18 desember 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan