-->

Kronik Toggle

Penghormatan Terakhir buat Lan Fang

SURABAYA— Berbagai kalangan masih memadati Rumah Duka Adi Yasa, Jalan Demak, Surabaya, Jawa Timur, untuk memberi penghormatan terakhir bagi novelis Lan Fang (41), Kamis (29/12/2011). Lan Fang meninggal di Singapura, Minggu (25/12/2011), karena sakit.

Budi Santosa, sesepuh Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Jawa Timur, menyatakan sangat kehilangan penulis yang amat dekat dengan berbagai kalangan agama dan suku maupun organisasi di Jatim.

Tiga anak kembar Lan Fang mendapat jaminan biaya hidup dan pendidikan dari Budi Santosa, INTI, dan Keluarga Besar Go. Ketiga anak berusia 14 tahun itu sekarang sudah duduk di kelas II SMP.

Hadir pada penghormatan terakhir, antara lain, sesepuh Yayasan Adi Yasa Wahyono Siadiman serta sejumlah tokoh Tionghoa di Jatim.

Menurut Sidharta Adhimulya, Koordinator Jaringan Intelektual Tao Liberal Indonesia, Lan Fang adalah pahlawan sejati Tionghoa di Indonesia, tetapi selama ini kurang mendapat perhatian dari kalangan Tionghoa.

Menurut rencana, jenazah Lan Fang akan diperabukan pada Jumat (30/12/2011) pagi.

*)Kompas, 29 Desember 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan