-->

Resensi Toggle

Kabar Resensi Pekan Pertama Desember 2011

KABAR BUKU Edisi Khusus RESENSI yang disiarkan RADIO BUKU bekerjasama dengan portal berita indonesiabuku.com. Kabar sepekan resensi buku di sejumlah media di Indonesia. Disusun oleh Aya Hidayah dan dibacakan Ardyan Erlangga.

Perjalanan Teater Kedua: Antologi tubuh dan Kata

Karya Afrizal Malna

Resensi ditulis Muhammad Abe

Dimuat KOMPAS, 4 Desember 2011

Sejak awal, afrizal telah memberi rambu-rambu  bahwa sebagian besar materi buku ini ditulis ketika ia masih banyak terlibat dengan Teater SAE. Dia menceritakan kedekatannya dengan panggung pertunjukan sejak masih bocah. Afrizal dengan detail menceritakan pengalaman pertamanya sebagai actor dalam naskah Putu  Wijaya yang berjudul “ANU”. Ketika itu, ia masih duduk dibangku sekolah menengah di Jakarta pada pertengahan 1970-an. Buku ini bisa disebut sebagai ensiklopedia kecil yang menjadi pintu pembuka untuk membaca teater Indonesia secara lebih luas.

Dari Pulau Buru Ke Cipinang: Sebuah Sejarah Kecil

Karya Achmad Sujudi

Resensi Broto Wasisto

Dimuat KORAN TEMPO, 4 Desember 2011

Manusia membentuk dirinya karena dia menetapkan pilihan-pilihannya.  Tentang bagaimana jalan hidup yang akan dilalui atau pilihan tentang tindakan tertentu yang hendak dilakukan. Buku ini dimulai dengan sebuah prolog yang menggunakan sebuah renungan filosofis dalam pengalaman hidup. Di situ tampak perenungan yang mirip-mirip pembahasan tentang eksistensialisme. Prolog yang diberi  judul “Dalam Hidup Kita memilih dan Dipilih” itu menggambarkan spirit dari keseluruhan isi buku. Penulis buku ini menceritakan secara flashback ketika mulai menghuni “kampus” Cipinang.

The Shallows

Karya Nicholas Carr

Resensi ditulis Benni Setiawan

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 4 Desember 2011

Internet merupakan media terbaru yang memicu perdebatan. Pertengkaran antara pendukung internet dan pencelanya, yang terjadi selama dua dekade terakhir  melalui berbagai  buku dan artikel serta ribuan tulisan blog, klip video, podcast, telah meluas. Buku ini menunjukan dengan bukti bahwa internet memaksa kita menelan informasi secara instan, cepat dan massal sehingga membuat pikiran kita mudah teralihkan. Kita jadi terbiasa membaca cepat serba kilat dan cepat menyaring informasi. Akibatnya kita juga kehilangan kapasitas untuk berkomunikasi, merenung dan berpikiran mendalam.

Hingga Detak Jantungku Berhenti

Karya Nurul F Huda

Resensi ditulis Hendra Sugiantoro

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 4 Desember 2011

Dalam buku ini Nurul F Huda mengisahkan sendiri  jalan hidupnya yang harus menderita penyakit kelainan jantung. Perempuan yang pernah kuliah di Universitas Gajah Mada (UGM) ini menerima kelianan jantungnya sebagai ujian Sang Maha Kuasa. Jika awalnnya ia mempertanyakan nasibnya, itu manusiawi. Namun seiring berjalannya waktu ia mampu ikhlas dan memantapkan kesabaran. Ia tegar dan tabah menghadapi kelainan jantungnya sejak kelas 5 SD. Perawatan medis dan ikhtiar pengobatan pun dilakukan. Nurul F Huda merupakan seorang  penulis yang produktif berkarya. Buku yang ditulisnya ada puluhan lebih. Pada 18 Mei 2011, Allah SWT telah memanggilnya. Di Rumah Sakit Sardjito Yogyakarta, Allah SWT menghentikan detak jantungnya.

Tragedi Politik Hukum HAM

Karya Dr Suparman Marzuki

Resensi ditulis Tommi Setiawan

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 4 Desember 2011

Buku Karya Dr Suparman Marzuki ini memiliki sumbangsih yang sangat besar dalam dalam penegakan politik hukum HAM di Indonesia. buku yang berawal dari sebuah karya akademik (disertasi) terkait dengan politik hukum HAM. Buku ini memfokuskan pada kajian perangkat perundang-undangan HAM yang sebagai dasar hukum bagi penyesuaian penyelenggaraan HAM masa lalu.

Rahasia Presentasi Steve Jobs

Karya Carmine Gallo

Resensi ditulis Susie Evidia Y

Dimuat REPUBLIKA, 4 Desember 2011

Mari berkaca pada Steve Jobs yang sekian lama menjadi panutan para public Speaker dari berbagai belahan dunia. Dimanapun Jobs menyampaikan presentasi, pidato maupun peluncuran produk selalu memukau audiens. Standing Applause tiada henti setiap ia menyampaikan ide-ide cemerlangnya. Dalam buku ini, ada tiga babak yang dilakukan jika ingin sukses Jobs. Babak pertama, menciptakan cerita, babak kedua, yaitu bagaimana menciptakan pengalaman. Di babak terakhir, para presentasi diajak memoles dan melatih diri, seperti bahasa tubuh, ucapan verbal, dan membuat presentasi yang disusun kata-katanya sehingga tredengar alami bagaikan ngobrol biasa.

Mengapa Siswa Gagal

Karya John Holt

Resensi ditulis Aris Hasyim

Dimuat SUARA MERDEKA, 4 Desember 2011

Melalui buku ini penulis menawarkan gagasan-gagasan dalam menarik tentang hakikat pembelajaran yang sangat relevan untuk diterapkan dalam dunia pendidikan. Salah satu gagasan Holt yang menarik adalah pentingnya menjadi guru atau pendidik yang inspiratif bagi para peserta didik. Dalam analisisnya, kegagalan siswa memahami materi pembelajaran lebih disebabkan oleh kekeliruan penerapan metode dan tehnik mengajar.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan