-->

Resensi Toggle

Kabar Resensi Pekan Kedua Desember 2011

KABAR BUKU Edisi Khusus RESENSI yang disiarkan RADIO BUKU bekerjasama dengan portal berita indonesiabuku.com. Kabar sepekan resensi buku di sejumlah media di Indonesia. Disusun oleh Aya Hidayah dan dibacakan Ardyan Erlangga.

Travel in Love

Karya Liang Liu dan Li Qi

Resensi ditulis Wildan Nugraha

Dimuat KOMPAS, 11 Desember 2011

Buku catatan perjalanan ini mengarah pada tema abadi: cinta dua orang penulisnya, Liang lu & Li Qi, sepasang kekasih yang gemar jalan-jalan. Mereka memutuskan berhenti bekerja sebagai wartawan demi bertualang bersama. Berkeliling China, mereka mengunjungi 60 kota, 14 provinsi, dan wilayah-wilayah otonom di “Negeri Tirai Bambu”. Galibnya buku catatan perjalanan berbobot, Travel in Love menawarkan bukan hanya gambaran detail sebuah tempat yang disinggahi, melainkan tentang manusia dan kebudayaannya, tentang hal-hal partikular yang berlaku ditempat tertentu.

Hamba Sebut Paduka Ramadewa

Karya Herman Pratikto

Resensi ditulis D. Bambang Sutrisno

Dimuat KORAN TEMPO, 11 Desember 2011

Herman tidak hanya bercerita tentang lakon Rama-Sinta. Dia sekaligus menghadirkan gambaran penghayatannya tentang budaya hidup, yang pada zaman sekarang tampaknya perlu ditumbuhkembangkan lagi di masyarakat, terutama bagi para pemegang tampuk kenegaraan  di Indonesia.

Tokoh + Pokok

Karya Goenawan Mohamad

Resensi ditulis Sururudin

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 11 Desember 2011

Soekarno, Hatta, Sjahrir, RA Kartini hanyalah sekelumit nama besar yang mampu memberikan warna tersendiri terhadap perjuangan bangsa, walau sejarah tidak hanya dibentuk oleh nama-nama besar saja tetapi di sisi lain mereka juga punya kontribusi besar terhadap jati diri bangsa. Pemikiran para pahlawan patut diapresiasi tinggi. Soekarno sebagai Presiden Pertama Bangsa Indonesia mampu melahirkan konsep Pancasila sebagai dasar Negara. Buku ini menceritakan tokoh bangsa yang telah berkontribusi besar terhadap pemikiran bangsa ini.

Berfilsafat dengan Anekdot, Plato ngafe bareng Singa Laut

Karya Thomas Cathcart dan Daniel M Klein

Resensi ditulis Imam Nawawi

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 11 Desember 2011

Selama ini filsafat dipahami sebagai suatu bidang keilmuan yang sangat sulit dipahami. Hanya orang-orang tertentu saja yang dimungkinkan dapat memahami filsafat secara konprehensif. Tidak heran bila banyak orang yang enggan untuk mengkaji serta mempelajarinya. Untuk mudah memahami filsafat buku ini hadir dengan perspektif baru yang berbeda denagn buku-buku filsafat sebelumnya. Penulis secara khusus menampilkan filsafat dengan metode yang lebih mudah dipahami, yakni dengan gaya penyampaian yang bernada guyon. Sehingga para pembacanya merasa tidak jenuh dalam memahami filsafat yang terkesan misterius itu.

Keeping The Trust For Peace; Kisah dan Kiat menumbuhkembangkan Damai di Aceh

Karya Farid Husain

Resensi ditulis Susie Evidia Y

Dimuat REPUBLIKA, 11 Desember 2011

Melalui buku ini, Farid ingin membagi kisah perjalanan panjang hingga perjanjian damai Aceh tergores dalam tinta emas. Peristiwa yang diungkapnya sanga rinci, mulai dari persiapan, reaksi pihak GAM, hingga langkah-langkah yang dilakukan pemerintah RI. Uraiannya begitu lengkap dan rinci sehingga pembaca dapat mengetahui secar detail bagaimana proses menuju perdamaian antara GAM dan pemerintah RI.

Steve Jobs

Karya Walter Isaacson

Resensi ditulis Benni Setiawan

Dimuat SUARA MERDEKA, 11 Desember 2011

Saat dunia membutuhkan lebih banyak orang seperti dia, Steve Jobs, justru meninggal dunia pada usia yang relative muda: 56 tahun. Salah seorang pendiri Apple Inc itu meninggal dirumahnya di Palo Alto, California, Amerika Serikat, pada Rabu 5 Oktober 2011, akibat penyakit sejenis kanker pankreas langka. Jobs adalah seorang Inovator dalam teknologi informasi. Dengan visi yang dimilikinya, dia telah merumuskan masa depan dunia semakin cerah dan canggih. Membaca buku ini kita akan menemukan sosok Jobs secara utuh.

Oligarki

Karya Jeffrey A Winters

Resensi ditulis Sigit Widya

Dimuat tribun TRIBUN JOGJA, 11 Desember 2011

Berbicara mengenai oligakri, selama ini selalu dikaitkan dengan teori Plato dan Aristoteles. Kedua orang tersebut memberikan definisi berdasarkan etimologi Yunani, yang menjabarkan oligakri sebagai sebuah pemerintahan oleh sedikit orang. Dalam buku ini Winters memaparkan oligakri menjadi empat jenis. Pertama adalah warring oligarchy (panglima, komisi mafia), rulling aligachy (penguasa kolektif), sultanistic oligarchy (sultanistik) dan civil oligarchy (sipil). Untuk kasus di Indonesia saat ini, masuk ke dalam jenis rulling oligarchy, yang penyebarannya semakin marak pasca 1998.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan