-->

Kronik Toggle

Ekspedisi Kompas Raih Penghargaan Anugerah Tirto Adhi Soerjo

JAKARTA–Redaktur Pelaksana Kompas Budiman Tanuredjo (kiri) menerima penghargaan Tirto Adhi Soerjo 2011 yang diserahkan Dewi Yul dan dan Bambang Ismawan di Newseum, Jakarta, Rabu (7/12). Penghargaan diberikan untuk kegiatan Ekspedisi Kompas.

Jakarta, Kompas – Praktik jurnalistik yang dilakukan Kompas dengan nama Ekspedisi Kompas meraih penghargaan Anugerah Tirto Adhi Soerjo 2011. Ekspedisi Cincin Api Kompas dinilai beyond journalism karena tak sekadar mengekspos peristiwa, tetapi mampu menghadirkan, menyingkap, dan memosisikan kembali benda-benda, manusia-manusia yang menyandarkan hayat di dalamnya, waktu bersama, dalam suatu relasi masa kini dan masa depan.

Penghargaan yang diberikan Newseum Indonesia itu diserahkan bertepatan dengan Hari Jurnalistik Indonesia, Rabu (7/12). Penghargaan untuk tim Ekspedisi Kompas diterima Redaktur Pelaksana Kompas Budiman Tanuredjo yang diserahkan Bambang Ismawan dan aktris Dewi Yul yang memiliki garis keturunan Tirto Adhi Soerjo.

Raden Mas Djokomono Tirto Adhi Soerjo (1880–1918) adalah Bapak Pers Nasional dan Pahlawan Nasional. Ia juga perintis persuratkabaran dan kewartawanan nasional Indonesia.

Memberikan pandu

Tim Ekspedisi Kompas meraih penghargaan untuk kategori communiNATION. Ekspedisi ini dinilai memberikan pandu atau kompas bagi sebuah komunitas dalam konteks yang lebih luas, yakni kehidupan dan kemaslahatan bangsa.

Anugerah Tirto Adhi Soerjo juga diberikan untuk kategori Sang Pemula. Dua jurnalis Farid Gaban dan Ahmad Yunus yang berkolaborasi dalam Ekspedisi Zamrud Khatulistiwa, keliling Indonesia selama delapan bulan menggunakan sepeda motor, meraih penghargaan itu. Keduanya dinilai meletakkan tradisi perjalanan sebagai model jurnalistik.

Pendiri Newseum Indonesia Taufik Rahzen mengatakan Anugerah Tirto Adhi Soerjo diberikan sejak 2007. Penghargaan ini diberikan kepada karya jurnalistik dan individu yang merintis pendekatan segar dalam merajut hubungan publik dan republik.

Newseum merupakan lembaga independen yang bergerak dalam bidang tradisi pers dan sejarah kebangsaan. Didirikan tahun 2007, bertepatan dengan 100 tahun terbitan Medan Priyayi 1907, yang dianggap sebagai tanda awal koran kebangsaan.

Anugerah Tirto Adhi Soerjo sebelumnya diberikan kepada Pramoedya Ananta Toer (2007), Bambang Ismawan (Majalah Trubus) dan Soebagio Ilham Notodidjojo (2008), Onno W Purbo dan KBR 68 H (2009), Budiono Darsono, dan Komunitas Lubang Jarum Indonesia (2010).

Sumber: Kompas, 8 Desember 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan