-->

Kronik Toggle

Curhat di Buku, Prijanto Dinilai Berlebihan

JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto, mendapat sorotan setelah dirinya meluncurkan buku berjudul ‘Andaikan Aku atau Anda Gubernur Kepala Daerah’. Pasalnya, di buku tersebut Prijanto menyoroti kinerja partner-nya, Fauzi Bowo.

Pengamat politik Jakarta, Sugiyanto, menyatakan bahwa tindakan Prijanto tidak seharusnya terjadi. Mengingat saat ini dirinya masih menjadi wakil gubernur. Terlebih, Prijanto adalah purnawirawan jenderal yang harus menjunjung sapta marga.

“Prajurit TNI harus memegang teguh disiplin, patuh dan taat pada pimpinan serta menjunjung tinggi sikap dan kehormatan prajurit. Saya mengungkap hubungannya dengan Gubernur Fauzi Bowo ke publik itu sama saja tidak mengimplementasikannya. Karena bagaimanapun dalam struktur di Pemprov DKI Fauzi Bowo itu pimpinannya,” ujar Sugiyanto dalam keterangannya kepada okezone, Kamis (15/12/2011).

Direktur Eksekutif LSM Majelis ini mensinyalir, peluncuran buku Prijanto tersebut sebagai manuver Prijanto jelang menghadapi Pemilukada DKI Jakarta 2012 mendatang. Sebab, nama Prijanto belakangan ini kerap digadang untuk maju mencalonkan diri menggantikan Fauzi Bowo.

“Sah saja kalau dia mau maju di Pemilukada. Saya menangkap Prijanto sedang berperan seakan-akan didzalimi untuk meraih simpati publik. Cara seperti itu sudah tidak relevan lagi, masyarakat lebih suka figur loyal dan tampil apa adanya,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, hubungan antara Fauzi Bowo dan Prijanto kerap diberitakan tidak harmonis. Prijanto dikabarkan tugasnya dibatasi oleh Fauzi Bowo terlebih menjelang Pemilukada. Namun, keduanya selalu membantah terlibat konflik jika ditanya para wartawan.

“Sebaiknya Prijanto konsen bekerja saja. Masyarakat akan menilai siapa yang benar selama dia bekerja dengan baik,. Karena masyarakat akan simpatik dengan kinerja bukan dengan curhatan di dalam buku,” pungkas Sugiyanto.

(teb)

*)okezone 15 Desember 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan