-->

Lainnya Toggle

Catatan untuk Lan Fang

Oleh Wina Bojonegoro

Fang….

Aku mesti omong apa?

Perkenalan kita dimulai di mana? Aku lupa….

Tapi aku ingat kita nonton Jazz di Gramedia, kamu tertawa karena ada pejabat salah bicara

Dan ada wartawan yang suka bicara disaat musik perlangsung…

Lalu kita bicara bisnis yang tidak kejadian, kemudan bicara soal sastra

Kita sekamar di Tarakan, kita foto-foto narsis sambil melupa kalau itu tingkah anak-anak SMA

Dan akhirnya…

kau memintaku menyetorkan cerpen buat rekan penulis Sanie B Kuncoro

Kita narsis-narsis lagi di Graha Pena….

Kita ketemuan lagi di Rumah sakit, dalam keadaan tersengal-sengal kau memberi aku masukan soal kumcerku

kapan harus launching, dimana acaranya…dst dst…

Lalu di rumahmu….

aku melihat kau semakin lemah, tapi kau menolak sakitmu diekspose media….kenapa?????

Lalu kau pindah rumah sakit

tubuhmu menguning, kau kesakitan, kau sebut namaku, mengeluhkan sakit semua

Fang….

Jujur aku ingin menangis saat itu

tapi aku tak mau menambah runtuh semangatmu

lalu aku datang lagi, dan lagi, dan lagi….

kau makin layu… kesadaranmu menurun, kalu lupa siapa aku…:(

Fang….

pagi itu jam 3 pagi aku menggedor bandara Juanda

aku sedikit emosi karena ke sana kemari gak jelas aturan mainnya membawa orang sakit

aku marah karena aku dipingpong

lalu datanglah petugas China Air setelah aku memasukkan kopor pakaianmu dan melakukan check in

kepadanya aku menyerahkan segala urusan, lalu aku menunggu ambulance datang dengan cemas

petugas bandara marah-marah karena ambulance terlambat datang sementara pesawat harus pindah ke runway

Fang,…

aku stress, bolak balik telpon adekmu yg ada di sampingmu di ambulance

akhirnya kalian datang pada jam kritis… tetapi apa yg kudengar?

ketika pintu ambulance dibuka, aku mendengar rintihanmu….sakiiitttttt…

Duh Gusti Allah….sirnakan sakit sahabatku ini…

lalu aku duduk menenggak kopi sambil menunggu proses admin diselesaikan

Kau dibawa ke pesawat dengan lift khusus, petugas itu memotret satu buatku….

Fang…

aku lega ketika petugas itu kembali

katanya kau sudah tenang berkat suntikan doktermu

aku berharap dan berdoa semoga kau tertolong…

tetapi….

Kau menyerah juga hari ini, di hari Natal kelabu….

Selamat jalan kawan….

Masukanmu akan kujalankan…sepenuhnya…

Aku tidak bisa menangis…..

Sumber: Facebook “Wina Bojonegoro”, 25 Desember 2011, pukul 17:08

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan