-->

Kronik Toggle

Buku Status Lingkungan Hidup Diluncurkan

JAKARTA — Kementerian Lingkungan Hidup kemarin meluncurkan Buku Status Lingkungan Hidup Indonesia 2010. “Buku ini menjadi basis referensi perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup bagi semua pihak, baik instansi pemerintah, dunia usaha, LSM, akademisi, maupun masyarakat luas,” kata Menteri Negara Lingkungan Hidup Prof Dr Balthasar Kambuaya, MBA.

Buku yang disusun para pakar dan instansi terkait itu memuat empat hal penting. Pertama, menjadi benchmark data tentang lingkungan hidup. Kedua, paramater kunci; ketiga, informasi mengenai perkembangan lingkungan hidup. Terakhir, acuan kebijakan pembangunan secara menyeluruh.

Mengiringi peluncuran, dilakukan diskusi dan refleksi akhir tahun. “Tidak ada perubahan kualitas lingkungan hidup di Indonesia,” kata Guru Besar Manajemen Lingkungan Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB, Surna Tjahja Djajadiningrat.

Surna menyoroti dari segi moral dan kelembagaan. Keserakahan dan ketidakpedulian, kata Surna, makin merusak alam di Tanah Air. Selain itu, perangkat aturan dan aparatur pemerintah belum memberi dukungan maksimal.

“Pak Balthasar harus berani protes kepada Menteri Perekonomian Hatta Radjasa tentang proyek Master Plan Perencanaan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI),” kata Surna, yang pernah menjadi pejabat di Kementerian Negara Lingkungan Hidup.

Menurut Surya, MP3EI jelas-jelas tidak berwawasan lingkungan. Di sisi lain, eksploitasi besar-besaran batu bara makin merusak lingkungan. “Di belakang Adaro, KPC dan beberapa perusahaan batu bara yang besar-besar itu, asing,” ujarnya.

Kepada wartawan, Balthasar menjelaskan kementeriannya ada di bawah koordinasi Menteri Perekonomian Kesejahteraan Rakyat. Kami, kata balthasar, akan membahas dan mengkaji proyek tersebut bersama Menteri Perekonomian Kesejahteraan Rakyat.

Sumber: Koran Tempo, 20 Desember 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan