-->

Lainnya Toggle

Buku Sesat di Malaysia, Allah Disamakan dengan Makhluk

JOHOR BAHRU – Penduduk Johor Bahru, Malaysia, dilarang menerapkan paham sesat yang terkandung dalam buku ‘Mengenal Diri Ilmu Peninggalan Tok Kenali Kelantan’. Buku tersebut dinyatakan sesat karena menyamakan Allah dengan makhluk lain.

Buku setebal 572 halaman itu menceritakan kisah seseorang dalam mengenal dirinya sendiri dan Allah sebagai pencipta alam ini. Buku yang ditulis oleh Mohd Yusof Che Wook itu diyakini mulai beredar sejak Februari lalu. Penulisnya mengklaim dirinya sebagai murid ulama terkenal Kelantan.

Sejak dicetak pertama kali, buku tersebut tidak dipasarkan di toko buku. Penjualannya lewat internet dan dikirim ke alamat pembeli.

Asisten Direktur Bagian Penelitian JAJ (Departemen Agama Johor), Yosree Ikhsan, mengatakan buku tersebut sudah difatwakan haram oleh Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (Jakim) sejak Oktober lalu. Fatwa haram tersebut menyusul isi bukunya yang menyesatkan umat Islam.

”Orang yang sudah memiliki buku tersebut jangan menjadikannya sebagai panduan. Karena, buku itu dikhawatirkan bisa merusak akidah umat Islam,” kata Yosree.

Ajaran Menyimpang
Menurut Yosree Ikhsan, hasil penyelidikan JAJ menemukan banyak kesalahan fakta dan menyesatkan dalam buku
‘Mengenal Diri Ilmu Peninggalan Tok Kenali Kelantan’. Bahkan, hadis yang digunakan dalam buku tersebut diragukan kesahihannya serta terdapat kesalahan penulisan ayat Alquran.

“Antara hal meragukan adalah hadis kononnya disabdakan Nabi Muhammad mengatakan ‘Aku melihat Tuhanku di rupa seorang yang muda belia’,” ujar Yosree. ”Itu jelas-jelas bisa menyesatkan pemahaman umat Islam.”

Yosree menyebutkan contoh lain adalah menyamakan Allah dengan makhluk atau sesuatu seperti cahaya. Pandangan dalam buku tersebut jelas menyesatkan umat Islam dan tidak bisa dijadikan panduan.

Selain itu, ada dua lagi buku yaitu ‘Daftar 100 Tokoh Paling Berpengaruh Dalam Sejarah’ karya Muchael H Heart dan ajaran Ahmad Qadiani yang juga mengandung fakta tidak shahih dan menyesatkan. Isi buku tersebut menempatkan Nabi Muhammad sebagai manusia paling berpengaruh dalam sejarah karena bertanggung jawab mencatat, menulis dan menciptakan kitab suci Alquran.

“Mungkin itu apa yang mereka mengerti dan ingin sampaikan. Tetapi untuk umat Islam, itu merupakan sesuatu yang tidak benar dan salah karena menyamakan utusan Allah dengan manusia yang secara jelas jauh bedanya,” ujar Yosree. “Bukan itu saja. Buku yang sama juga mencantumkan Isa antara 100 manusia paling berpengaruh karena bertanggung jawab terhadap kristenisasi di dunia.”

Menurut JAJ, buku ajaran Ahmad Qadiani juga dinyatakan sesat. “Ajaran Ahmad Qadiani yang didistribusikan secara gratis itu juga diharamkan karena mengklaim dirinya Rasul setelah wafatnya Nabi Muhammad,” katanya.

*)Republika.co.id, 6 Desember 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan