-->

Lainnya Toggle

Vatikan: Tintin Tidak Rasis

Tuduhan rasis yang dialamatkan pada tokoh kartun Tintin gara-gara edisi ‘Tintin di Kongo’ menggambarkan suku primitif Afrika sebagai suku yang bodoh dan terbelakang disanggah oleh Vatikan.

Mereka membela karakter wartawan muda asal Belgia itu dengan menyebutnya sebagai pahlawan Katolik.

Lewat koran L’Osservartore Romano, Tahta Suci menanyakan, apakah cara sensor dengan memindahkan edisi Tintin di Kongo ke rak buku dewasa dan dijual dengan pita khusus seperti yang dilakukan penerbit besar di Inggris itu memang diperlukan untuk menyelamatkan anak-anak, atau hanya sebuah kegilaan bertamengkan nama Inggris.

“Perlu sekali melihat konteks sejarah supaya keadaan ini tidak terlihat konyol,” kata editorial koran, seperti dimuat harian Telegraph pada Rabu 9 November 2011.

Koran ini juga mengingatkan bahwa, edisi tersebut ditulis seorang seniman Belgia, Herge, pada tahun 1930. Jadi, apa yang dimasukkan Herge ke dalam cerita Tintin merefleksikan nilai yang berlaku di tanah Eropa pada konteks zaman tahun 30-an, masa antara dua perang.

Pembelaan L’Osservatore Romano terhadap Tintin dimuat sepekan sebelum Paus Benediktus XVI melawat ke Benin di Afrika Barat. Artikel mengenai Tintin ini juga seolah menyambut peluncuran film animasi Tintin dan Rahasia Unicorn besutan sutradara kondang Steven Spielberg di bioskop.

Koran ini menulis, Tintin ‘sangat Katolik’ karena memiliki kendali moral, menyelamatkan yang tidak bersalah serta mengalahkan kejahatan. Karakter Tintin saat berpetualang bersama Kapten Haddock juga dinilai menggambarkan nilai kesetiaan, persaudaraan, persahabatan, dan tolong menolong yang universal.

Akhirnya koran ini menyimpulkan, Tintin di Kongo memang dipenuhi hal-hal klise pada era di mana bangsa Belgia mengeksploitasi Kongo. Dalam buku-bukunya yang lain, Herge mungkin juga memiliki stereotip yang jelek terhadap penduduk primitif Afrika. Namun ia tak pernah menggambarkan mereka sebagai orang jahat. (eh)

*)Vivanews 10 November 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan