-->

Tokoh Toggle

Tirta Nursari, Rumah Pintar Warung Pasinaon, Kab Semarang

Tirta Nursari tinggal di daerah Sikunir Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, yang merupakan kawasan industri. Sebagian besar perempuan muda di sana bekerja sebagai buruh pabrik. Sementara suaminya lebih banyak menghabiskan waktu sebagai tukang ‘ngenggrong’ (buruh bongkar pasir) dengan jam kerja tanpa batas.

Meskipun pekerja perempuan dilindungi oleh undang-undang yang membatasi jam kerja, pada kenyataannya, peraturan itu tidak berlaku.

Istilah Pekse atau bekerja sampek selese sangat lazim di tempat kami,” ujar Tirta. Artinya, buruh pabrik harus rela bekerja overtime sampai selesai, bahkan bisa sampai pagi. Akibatnya, para wanita kerap tidak sempat mengurusi anak-anaknya. “Dari situlah saya bersama suami dan beberapa teman tergerak untuk membuat sebuah komunitas belajar positif bagi anak-anak,” tutur Tirta.

Maka, Tirta kemudian mendirikan rumah pintar Taman Bacaan Masyarakat Warung Pasinaon (TBM Wapas), pada 3 Juni 2007.

Simak kisah Tirta Nursari selanjutnya di Majalah Misi Edisi Oktober 2011. Klik di Sini

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan