-->

Kronik Toggle

Saksi JPU Dihadirkan dalam Sidang Bom Buku Hari Ini

JAKARTA – Sidang lanjutan perkara dugaan teroris jaringan bom buku dan bom Serpong, kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, hari ini, Kamis (24/11/2011).

Sidang yang menghadirkan terdakwa Pepi Fernando dan eksekutor Hendy Siswanto, serta kameramen tv swasta, Imam Firdaus, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari pihak penuntut umum.

“Hari ini sidang lanjutan kembali digelar di PN Jakbar, agendanya mendengarkan saksi dari pihak Jaksa Penuntut Umum,” ucap Kuasa Hukum Pepi Fernando, Nurlan saat dihubungi wartawan, Kamis (24/11/2011).

Menurutnya, setelah permohonan eksepsi yang diajukannya ditolak majelis hakim yang menangani perkara ini, pihaknya siap mendengarkan keterangan para saksi yang diajukan dari pihak JPU.

“Kami siap mendengarkan keterangan para saksi dari jaksa,” jelasnya sambil menambahkan sidang direncanakan akan digelar pukul 10.00 Wib.

Sebelumnya pada persidangan yang lalu, majelis hakim yang berbeda, yakni hakim yang berperkara untuk Pepi Fernando yang diketuai, Hakim Moestofa menolak eksepsi (nota keberatan) yang diajukan sutradara bom buku dan Serpong, alasannya hakim menilai karena nota keberatan penasihat hukum tidak beralasan.

Mostofa menolak semua eksepsi terdakwa dan akan melanjutkan perkara tersebut. “Menolak nota keberatan atau eksepsi terdakwa seluruhnya dan memerintahkan untuk melanjutkan pekara,” pungkasnya

Hal yang sama juga terjadi terhadap eksekutor bom serpong, terdakwa Hendi Suhartono, hakim juga menolak eksepsinya.

Begitu pula dengan eksepsi yang diajukan kameramen tv swasta, Imam Firdaus yang didakwa terlibat terorisme dalam bom buku dan rencana pengeboman Gereja Christ Cathedral, Serpong juga ditolak hakim.

Pepi fernando didakwa Pasal 14 jo 6, pasal 14 jo 7 dan pasal 14 jo 9 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Dengan ancaman maksimal hukuman mati atau seumur hidup.

Dalam dakwaanya, JPU, mendakwa Eksekutor bom Puspitek dan gereja Christ Cathedral, Serpong, Tangerang, Hendi Suhartono hakim juga menolak eksepsinya.

Begitu pula dengan eksepsi yang diajukan kameramen tv swasta, Imam Firdaus yang didakwa terlibat terorisme dalam bom buku dan rencana pengeboman Gereja Christ Cathedral, Serpong juga ditolak hakim.

Pepi fernando didakwa Pasal 14 jo 6, pasal 14 jo 7 dan pasal 14 jo 9 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Dengan ancaman maksimal hukuman mati atau seumur hidup.

Dalam dakwaanya, JPU, mendakwa Eksekutor bom Puspitek dan gereja Christ Cathedral, Serpong, Tangerang, Hendi Suhartono dengan pasal 15 jo pasal 6 tentang tindak pidana terorisme berdasar UU No 12 tahun 2002.

Eksekutor bom Puspitek dan gereja Christ Cathedral, Serpong, Tangerang, Hendi Suhartono terancam 15 tahun penjara.

Sementara terdakwa Imam Firdaus dituding telah menyembunyikan informasi adanya pelaku peledakan bom buku dan lokasi peledakan bom tidak sejalan dengan program pemerintah untuk memberantas aksi-aksi terorisme.

Dia dijerat pasal 13 huruf C UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Terorisme dan terancam pidana penjara selama 12 tahun.

(amr)

*)Sindonews, 24 November 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan