-->

Kronik Toggle

Perangi Bad Mood Saat Menulis ala Raditya Dika!

MOOD atau suasana hati adalah musuh terbesar dalam mengerjakan sesuatu. Maka, tidak jarang mood menjadi kambing hitam ketika pekerjaan kita terbengkalai.

Alasan ini pun yang kerap kali digunakan oleh para penulis atau calon penulis ternama. Karya mereka sering terhenti di tengah jalan karena ide atau inspirasi yang menghilang tiba-tiba hingga kondisi suasana hati yang tidak mendukung.

Namun, menurut Raditya Dika, penulis buku Kambing Jantan, mood bukanlah alasan untuk berhenti menulis. “Saya tidak setuju jika orang menyalahkan mood untuk berhenti menulis,” ujar Radit di acara Talk Show Kreatif Menulis, Rezeki Tak Akan Habis di Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Jakarta Selatan, kemarin

Radit mengungkapkan, saat berada dalam suasana hati yang buruk atau sedang tidak menemukan sumber insprasi, tetaplah menulis meskipun hasilnya buruk. “Paksakan diri untuk tetap menulis walaupun sedang bad mood. Menghasilkan satu halaman buruk, menurut saya lebih baik daripada tidak menghasilkan apa-apa,” kata penulis bergenre humor tersebut.

Tulisan buruk tadi, lanjutnya, akan dapat diperbaiki dikemudian hari sehingga nantinya menjadi tulisan yang bagus. Dia pun membandingkan, saat selama 30 hari orang berhenti menulis, maka tidak ada tulisan yang dihasilkannya.

“Tapi, jika selama 30 hari kamu tetap menulis meski dalam suasana hati yang buruk, kamu akan menghasilkan 30 halaman tulisan buruk. Tidak perlu khawatir karena tulisan buruk ini nantinya akan diperbaiki dan menjadi sangat baik,” tutur Radit dengan gaya jenakanya yang khas.

Pria kelahiran Jakarta 28 Desember 1984 ini juga menyebutkan, bahasa dalam penulisan di sebuah buku tidak perlu selalu menggunakan bahasa baku. “Tidak perlu takut menggunakan bahasa pergaulan sehari-hari karena harus mengikuti EYD yang berlaku.  Yang penting itu bagaimana konteks atau isi tulisan tersampaikan pada pembaca,” katanya menerangkan.(rhs)

*) Okezone 25 Novembe 2011

1 Comment

ivan Z. - 21. Jul, 2012 -

EYD itu penampilan. Isi dan Konteks itu Rasa.

Ada alasan mengapa Para 1st Grade Chef harus bisa menata hidanganya…

Alasan yang sama Mengapa Para 1st grade author harus melihat EYD.

agar mengundang selera!!!

apakah anda 1st grade author?

*masih gagal EyD sendirinya!”

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan