-->

Kronik Toggle

Pepi Bantah Jadi Inisiator Bom Buku

JAKARTA – Salah satu kuasa hukum terdakwa teroris Pepi Fernando, Asrudin Hatjani membantah, bahwa kliennya adalah pencetus ide untuk melakukan aksi terorisme di Indonesia.

Pepi memang dikenal sebagi terdakwa bom buku yang dikirim ke Utan Kayu, kantor BNN, Studio Ahmad Dhani, Kompleks Kota Wisata, Jalan Raya Puspitek, Jembatan Banjir Kanal Timur dan Gereja Christ Cathedral Serpong.

“Tapi sangat keliru, bila dikatakan terdakwa adalah orang yang menggerakan orang lain untuk melakukan tindak pidana terorisme. Justru, terdakwa melakukan ini hanya karena termotivasi dari orang lain,” ucapnya kepada wartawan usai membacakan surat eksepsi di Pengadilan Jakarta Barat, Kamis (10/11/2011).

Terdakwa tergerak berjuang dengan salah seorang kepala atau Amir NII wilayah Sumatera. “Dia termotivasi dari Abdul Rasyid alias Kholis ketika bergabung di majelisnya, Kholis Amir NII di wilayah sumatera. Terdakwa tertarik karena setiap pertayaan yang disampaikan terdakwa itu dijawab dengan dalil-dalil,” tambahnya.

Dan setelah itu, lanjut Asrudin, terdakwa mendapatkan beberapa buku panduan tentang berjihad, dan sejak itu, terdakwa ingin melakukan jihad dan memperdalam agama.

“Karena itu, kami keberatan atas jeratan pasal yang dikatakan oleh JPU, disitu dikaitkan mengerakan orang lain dan sehingga terjadinya bom buku,” lanjutnya.

Alasan Pepi Fernando, telah mengirimkan beberapa paket bom buku, kata Asrudin dikarenakan orang tersebut telah mencederai agama dan tidak boleh ada orang yang mencederai agama.

(amr)

*) sindonews, 10 Nopember 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan