-->

Tokoh Toggle

Jonru dan Kisah Suksesnya

jonru1

BBuku adalah pengusung peradaban. Tanpa buku, sejarah menjadi sunyi, serta bisu, ilmu pengetahuan lumpuh, serta pikiran dan spekulasi mandek…”

~ Barbara Tuchman

*****

Istimewa. Kiranya kata tersebut pantas diberikan untuk Jonru, pria kelahiran Kabanjahe, Sumut, 7 Desember 1970. Betapa tidak, dia berhasil menelurkan beberapa penulis buku yang notabene muridnya di sekolah menulis online, layanan belajar menulis lewat internet.

Ya, seorang penulis pemula mampu dipoles oleh Jonru menjadi penulis hebat yang memiliki kepercayaan diri tinggi. Hanya ada kata BISA buat mereka.

Sekolah Menulis Online milik Jonru akhirnya bekerja sama dengan manajemen Oxford Course Indonesia. Kerja sama itu melebur menjadi Writers Academy.

Bagi Jonru, menulis adalah kegiatan menyenangkan dan memiliki banyak bermanfaat. Karena itu, ia bertekad mengasah kemampuan menulisnya. Tidak hanya itu, Jonru pun aktif membuat buku. Wajar, karena dia sudah lama tertarik dengan aktivitas penulisan. Selama menjadi mahasiswa akuntansi di Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro, Jonru yang lulus pada 1998 itu aktif di pers kampus. Banyak tulisannya, terutama cerpen, yang dimuat di koran dan majalah. Bahkan, pada 2005, dua buku Jonru sukses beredar di pasaran. Salah satu di antaranya adalah kumpulan cerpen Cowok di Seberang Jendela yang diterbitkan Lingkar Pena Publishing House dan novel Cinta Tak Terlerai diterbitkan Mizan (Jawa Pos, 11/11).

Panduan Bagi Calon Penulis (Sumber: www.jonru.net)

Tidak hanya itu, Jonru juga membuat dan menerbitkan sendiri bukunya (self publishing). Yang terkenal adalah buku Cara Dahsyat Menjadi Penulis Hebat pada 2009 yang sudah cetak ulang. Harga versi cetaknya Rp 68.000, sedangkan e-book-nya Rp 98.000. Buku self publishing tersebut juga menuai sambutan baik di pasaran hingga telah cetak ulang. Wow!  Terbukti bahwa bapak tiga anak tersebut sukses memadukan menulis dan entrepreneurship sebagai bisnis yang menggiurkan.

Sebagaimana dikutip dari web pribadi Jonru, buku Cara Dahsyat Menjadi Penulis Hebat berisi 65 persen motivasi dan 35 persen kiat menulis yang paling mendasar bagi siapa saja yang ingin belajar menulis. ”Banyak penulis yang berhasil meningkatkan rasa percaya diri, semangat, motivasi dan produktivitas mereka dalam menulis setelah membaca buku ini,” tulis Jonru meyakinkan.

Tulisan-tulisannya memang banyak berisi kiat dan motivasi menulis. Banyak yang disimpan di jonru.net. Blog tersebut pernah diganjar penghargaan Super Blog atau Pemenang Pertama (tahunan) dalam Internet Sehat Blog Award 2009.

Karena kecintaan pada dunia menulis, Jonru berani meninggalkan pekerjaan sebagai pegawai kantor. Memilih jalur entrepreneurship lewat menulis. Dia terbitkan sendiri bukunya.

Dari menulis pula ia punya gagasan mendirikan sekolah menulis online (SMO) yang embrionya adalah website penulislepas.com. ’’SMO ini layanan belajar menulis lewat internet yang pertama di Indonesia. Situs penulislepas.com juga menjadi website penulis terbesar dengan pengunjung paling banyak,’’ kata Jonru sebagaimana dikutip dari Jawa Pos.

Ketika mengelola penulislepas.com, banyak orang yang mengeluh mengapa latihan penulisan kebanyakan di Jakarta. Dia lantas terpikir untuk membuat pelatihan penulisan yang bisa menjangkau semua orang. Lahirlah ide mendirikan sekolah menulis online (SMO).

’’Sewaktu mulai dibuka pada Agustus 2007, yang daftar 35 orang. Karena masih baru dan belum tahu bakal laku, saya hanya mematok tarif Rp 95 ribu per bulan untuk setiap orang,’’ tuturnya. Durasi pelatihan sekaligus ’’pendampingan’’ dilakukan selama enam bulan. Kurikulum pelatihan dibuat berdasar pengalaman Jonru sendiri yang pernah mengisi sejumlah pelatihan menulis (Jawa Pos, 11/11).

’’Saya kirim silabusnya lewat e-mail. Kemudian, peserta pelatihan harus membuat tulisan yang dikonsultasikan kepada saya secara online,’’ tuturnya.

Pada 2008, buku Jonru yang berjudul Menerbitkan Buku Itu Gampang dicetak penerbit Tiga Serangkai. Seperti judul buku itu, puluhan alumnus SMO yang ’’berguru’’ kepada Jonru juga sukses menerbitkan buku. Sebut saja Ning Harmanto, pendiri PT Mahkota Dewa, yang telah menulis 18 buku mengenai herbal. Ning adalah angkatan pertama SMO tahun 2007.

Ada juga Hartati Nur Wijaya, orang Indonesia yang tinggal di Yunani. Hingga sekarang, menurut Jonru, Hartati telah menerbitkan enam buku. Ada soal perkawinan antarbangsa, cara mencegah penyakit kanker, hingga cara mencegah selingkuh dan cerai. Murid Jonru yang lain, Syasya Azisya, melahirkan buku yang berjudul Rich Mom, Poor Mom.

’’Buku Faiz Yusuf yang berjudul Rahasia Jadi Entrepreneur Muda juga langsung best seller,’’ ujar Jonru kepada Jawa Pos.

Kerja keras dan konsistensi Jonru kini mulai membuahkan hasil. Sejak awal 2011, SMO resmi melebur ke Manajemen Oxford Course Indonesia, sebuah lembaga penyelenggara kursus bahasa Inggris pertama di Indonesia. SMO lantas berubah nama menjadi Writers Academy dan Jonru langsung dipercaya menjadi CEO.

Sejak SMO berubah nama menjadi Writers Academy, Jonru sudah mengadakan empat angkatan pelatihan menulis. Peminatnya lumayan banyak. Untuk kelas pemula, tarifnya Rp 495 ribu. ’’Sementara pelatihannya masih di Jakarta. Jangka panjang se-Indonesia,’’ ujarnya.

Jonru telah membuktikan bahwa menjadi penulis pun bisa sukses dan menguntungkan secara finansial. Ia juga meyakinkan siapa saja bisa menulis buku. Baik melalui jalur penerbit umum maupun self publishing. Yang penting konsisten. Sekilas memang mudah, tapi sebenarnya sulit. Dibutuhkan ketekunan untuk itu.

Graha Pena, 14 November 2011

Catatan Eko Prasetyo, editor Jawa Pos

Sumber:

1. Jawa Pos

2. jonru.net

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan