-->

Tokoh Toggle

Faiz Ahsoul, Dari Angkringan ke Sejarah Kampung

Bukan karena peristiwa ini, Faiz Ahsoul punya cita-cita untuk tak menamatkan kuliah di IKIP Yogyakarta dan memilih menjadi pekerja buku jalanan.

Simak pengakuannya: “Ketika diminta membaca saya enggak bisa karena memang tidak mencatatnya. Saya pinjam catatan temen satu bangku, tapi ketahuan Pak Guru. Saya diminta membaca catatan sendiri. Saya asal baca catatan yang ada. Pak Guru langsung marah dan mendekati saya. Tanpa memberi kesempatan saya memberikan penjelasan, Pak Guru menarik kerah baju. Saya kaget dan refleks menampik tangan Pak Guru. Dada saya sempat tergoras kuku, sehingga lukai.”

Adegan berikutnya, Faiz Ahsoul kabur dari kelas.

Episode buruk itu melekat kuat di memori Faiz yang menurutnya turut membentuk karakternya. Faiz masih bisa naik kelas karena tetap diperbolehkan ikut ujian. Namun syaratnya ia harus pindah sekol4h. Di MAN Cirebon pun Faiz bermasalah dengan guru. Untungnya wali kelasnya berbaik hati membantunya agar tetap bertahan dan menamatkan sekolah.

Silakan disimak kisah lengkap Faiz Ahsoul via e-booknya: Dari Angkringan hingga Babersku

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan