-->

Tokoh Toggle

Endang Rohijani, Bikin PKBM di "Kampung Preman" Badran Yogyakarta

Cap sebagai “Kampung Preman” yang menempel di Badran, Kelurahan Bumijo, Kecamatan Jetis, Yogyakarta sejak zaman dulu, rasanya sudah semakin terkikis.

Sambangi saja suasana kampung yang berada tak jauh dari Stasiun Tugu Yogyakarta, tak lebih dari 15 menit berjalan kaki arah barat laut. Selintas berkeliling saja terkesan sangat aktif dan produktif.

Di kampung yang dihuni lebih dari 1000 jiwa ini tampak berbagai aktivitas warga. Ada keramba di pinggir Sungai Winongo yang menjadi budidaya perikanan. Sungai Winongo adalah salah satu sungai selain Code dan Gajah Wong yang membelah kota. Peternakan itik dan ayam kampung juga tampak dikelola sejumlah warga.

Tampak pula lokasi Posyandu, Pendidikan Anak Usia Dini, dan Rumah Batik sebagai wahana menamPung kreativitas kaum perempuan di Badran. Kerajinan berbahan bambu, kulit, dan sampah daur ulang juga menjadi hasil kreatif mereka. Di beberapa sudut tampak tong sampah yang dipilah menurut jenis organik dan nonorganik. Lubang-lubang biopori pun dibikin warga di banyak lokasi.

Kampung ini bahkan mendapat julukan baru sebagai “Kampung Ramah Anak”. Label Kampung Ramah Anak diluncurkan Walikota Yogyakarta Herry Zudianto, 22 Juli 2010. Badran menjadi program rintisan menjadikan 150 kampung di Yogyakarta sebagai Kampung Ramah Anak. Di sana terdapat sekitar 200 anak. Di Badran inilah Endang Rohjiani, 5H, sehari-hari mengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Griya Mandiri.

Kisah Endang Rohijani ini bisa disimak dalam Majalah MISI Edisi Oktober 2011. Klik di Sini

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan