-->

Kronik Toggle

Buku Panduan Berbahasa Braille di Sriwijaya Air

Jakarta – PT Sriwijaya Air meluncurkan buku panduan penumpang dalam bahasa braille. “Ini bentuk kepedulian kepada pelanggan yang memerlukan kebutuhan khusus, penyandang tuna netra,” kata Senior Manager Corporate Communications PT Sriwijaya Air, Agus Soedjono, Senin, 1 Agustus 2011.

Buku dalam bahasa braille ini berisi petunjuk penggunaan pelampung, fasilitas di dalam pesawat dan tata cara evakuasi. “Kurang lebih tentang apa yang selama ini disampaikan para cabin crew ketika pesawat hendak take off,” kata Agus.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan Bambang S. Ervan menyatakan sarana buku panduan dalam bahasa braille ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan Bab XI Pasal 134. Kementerian juga akan mengimbau perusahaan-perusahaan maskapai menyediakan sarana bagi penumpang yang memiliki kebutuhan khusus. “Tidak bisa diwajibkan, sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya.

Berkaitan dengan pelatihan pegawai Sriwijaya Air, Agus menyatakan pihak PT Sriwijaya Air bekerja sama dengan Yayasan Mitra Netra  melatih para awaknya dalam berkomunikasi dengan penyandang tuna netra. “Kami harus memahami cara menuntun ataupun menegur tunanetra,” kata Agus.

Kerja sama PT Sriwijaya Air dan Yayasan Mitra Netra ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang dilakukan di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Senin, 1 Agustus 2011. Yayasan Mitra Netra sendiri adalah salah satu yayasan yang menjadi tempat pendidikan dan keterampilan untuk penyandang tunanetra.

Bagi penumpang yang berkebutuhan khusus selain penyandang tunanetra, Agus juga menyatakan pihak PT Sriwijaya Air masih memikirkan suatu bentuk sarana khusus untuk meningkatkan pelayanan pada penyandang cacat.

FRANSISCO ROSARIANS

*)Tempointeraktif, 1 Agustus 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan