-->

Kronik Toggle

Kumpulan Cerpen Untuk HB Jassin

Jakarta – Banyak yang terhenyak ketika sastrawan Ajip Rosidi mengabarkan Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin akan ditutup. Gedung itu kesulitan keuangan untuk operasional karena tak lagi mendapatkan subsidi dana yang memadai dari Pemerintah DKI Jakarta.

Sejumlah kritik dan caci maki dari khalayak pun mencuat. Sejumlah pihak menggelar acara penggalangan dana, mulai pementasan hingga mengumpulkan uang koin. Sebagian penulis memilih menerbitkan berkarya dan menerbitkannya dalam sebuah buku. Royalti dan keuntungannya dihibahkan untuk membantu Pusat Dokumentasi.



Buku Untuk Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin ini memuat 14 cerita pendek dari 14 penulis kontemporer Indonesia. Mereka datang dari beragam latar belakang, tema, gaya, dan genre penulisan. Mereka, antara lain, Ahmad Fuadi, Alberthiene Endah, Asma Nadia, Avianti Armand, Dewi Lestari, Happy Salma, dan Indra Herlambang. Seluruh royalti buku yang disiapkan selama dua pekan ini akan disumbangkan ke Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin.

Ahmad Fuadi, penulis novel Negeri 5 Menara, bercerita tentang Datuk Batungkek Ameh dalam cerpennya yang berjudul Datuk. Datuk yang mempunyai nama kecil Malin ini total mengabdi kepada warga sukunya. Di sisi lain, dia membutuhkan biaya untuk sekolah anaknya, Buyung. Fuadi menceritakan kisah Datuk dengan lancar.

Indra Herlambang dalam cerpen berjudul Pogar Soka

*) Tempointeraktif, 14 Juni 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan