-->

Kronik Toggle

Kisah Empat Dokter Dalam Satu Buku Kisah Empat Dokter Dalam Satu Buku

Jakarta – Anda tentu mengenal nama empat dokter ini: Dr Boyke Dian Nugraha, SpOG, MARS, dr Lula Kamal Msc, dr Tompi, dan dr Sonia Wibisono.

Keempat sosok dokter ini rupanya punya cerita menarik. Boyke, misalnya. Dia akan sangat fasih jika berbicara soal seks.

Tapi siapa sangka, dokter ‘gaul’ ini rupanya pernah diobati oleh seorang dukun. Gara-garanya satu. Saat ia bertugas di suatu Puskesmas di suatu daerah, kabarnya, ia pernah dikirimi guna-guna.

Begitu pula cerita Lula Kamal. Dokter yang artis ini rupanya juga menyimpang cerita menarik. Katanya, dulu sewaktu coas, ia sempat curi-curi waktu saat jaga malam hanya untuk pergi ke diskotek. Bahkan saat praktek, bintang iklan ini pun pernah dibayar Rp 10 ribu dengan uang yang sudah lecek oleh seorang pasiennya.

Cerita lainnya juga dimiliki Tompi. Dokter ahli bedah plastik yang jadi penyanyi ini rupanya pernah jalan kaki dari Blok M hingga ke kampus Salemba demi menghemat uang hasil menjadi guru privat. Dia pun pernah pula bertahan hidup dengan makan nasi berlauk kerupuk.

Dan yang terakhir adalah cerita dr Sonia Wibisono. Dokter yang sering nongol menjadi presenter acara kesehatan ini ternyata dilamar suaminya Robert Adhi Wardhana di mobil ketika melintasi bundaran Hotel Indonesia.

Sonia pun sempat perang batin saat berusia 18 tahun mengetahui ibunya terserang kanker. Hingga akhirnya, dia harus rela melepas kepergian sang bunda ke haribaan Tuhan.

Ini hanyalah sekelumit kisah dari empat dokter yang terangkum dalam buku “The Doctors”. Dalam buku setebal 263 halaman ini, mereka mengisahkan sebagian hidup dan perjuangannya menjadi dokter sekaligus mempunyai dunia di luar penyakit dan alat kedokteran.

“Kami ingin bisa berbagi, apapun bisa diperjuangkan dan diperoleh,” ujar Lula Kamal saat peluncuran di Hotel Grand Mahakam, Selasa, 7 Juni 2011.

Baik Boyke, Tompi, Lula Kamal dan Sonia pun menuturkan sedikit pengalaman yang ditulis di buku. Ada cela, cemoohan, cibir sinis, sanjungan, atau dukungan ketika mereka mencoba keluar dari pakemnya sebagai dokter.

“Ada yang bilang kalau dengar saya sudah zina telinga, zina mata. Bahkan ibu saya pun meminta saya tak lagi bicara soal seks,” ujar Boyke.

Buku ini sudah terbit beberapa bulan lalu namun baru diluncurkan hari ini. Buku yang ditulis jurnalis Wahyu Widayat ini memang berisi kisah hidup dan beberapa artikel mereka.

Mereka berharap, publik bisa membaca bahwa apa yang mereka peroleh saat ini merupakan perjuangan panjang yang tak gampang.

DIAN YULIASTUTI

*) Tempointeraktif, 7 Juni 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan