-->

Kronik Toggle

Ribuan Buku di Perpustakaan Kota Malang Hilang

MALANG–Tingkat kehilangan dan kerusakan buku berbagai judul di Perpustakaan Kota Malang, Jawa Timur, akibat sikap vandalisme pengunjung masih cukup tinggi mencapai ribuan eksemplar.

Kepala Tata Usaha Kantor Perpustakaan Umum dan Arsip Pemerintah Kota Malang Budi Heriyanto kepada Media Indonesia, Kamis (19/5) mengatakan data yang dihimpun petugas sekitar 4% dari 120 ribu eksemplar buku koleksi tidak dikembalikan saat dipinjam anggota.

Sehingga buku di perpustakaan itu berkurang sekitar 4.800 eksemplar. Selain kehilangan buku, petugas juga menemukan banyak buku yang tidak utuh karena sejumlah halaman hilang akibat disobek.

“Data tingkat kehilangan dan kerusakan buku itu dihimpun sejak 2008-2011,” katanya.

Tingkat kehilangan terbesar terjadi tiga tahun terakhir mencapai 7%. Setelah dilakukan pemasangan alat-alat pengaman seperti CCTV dan detektor, maka tingkat kehilangan buku bisa ditekan menjadi 4%. Tapi data itu tergolong masih tinggi.

Selain itu petugas melakukan upaya untuk memperkecil tingkat kecurangan di kalangan pengunjung dengan memperpendek rak buku. Sehingga dengan menata rak yang tidak terlalu tinggi dan memasang CCTV di depan rak mampermudah pengawasan.

“Dengan demikian tingkat kebohongan pengunjung bisa ditekan. Bahkan sikap vandalisme juga semakin berkurang,” ujarnya.

Sikap vandalisme pengunjung biasanya ditunjukkan dengan menyobek bagian penting buku untuk dimiliki secara pribadi. Buku-buku yang mengalami kerusakan itu terbanyak pada koleksi ilmu terapan.

Padahal buku-buku seperti itu bila dinilai dari harganya sangat murah hanya sekitar Rp30 ribu. Tapi ada pula buku-buku mahal juga sobek sejumlah halaman.

Hal itu terjadi karena sikap tidak bertanggung jawab pengunjung.

Sejauh ini, lanjut dia, petugas sudah menangkap 10 orang pelaku pencurian buku dan merusak buku tersebut. Bagi mereka yang tertangkap basah langsung diamankan, kemudian diberikan sanksi mulai mengganti nilai buku hingga pemblokiran kartu anggota.

“Kami menghimbau agar turut menjaga buku di perpustakaan, karena buku-buku itu milik masyarakat,” tegasnya.

Sejauh ini perpustakaan setempat memiliki 120 eksemplar buku yang terbagai dalam 80 ribu judul. Selama 2010-2011 ini setelah menerima dana APBD masing-masing Rp1,8 miliar akan menambah 6 ribu eksemplar buku, sehingga hingga akhir tahun ini terdapat 126 ribu eksemplar buku.

Anggaran APBD itu turun bila dibandingkan dengan 2009 sebesar Rp2 miliar. Kendati demikian petugas tetap bertekad meningkatkan pelayanan, kenyamanan, dan keamanan. Meskipun sudah mengetahui ribuan buku hilang dan rusak, tapi petugas belum bisa mengestimasi besarnya kerugian.

Ia menegaskan sekarang potensi kunjungan rata-rata per bulan mencapai 1.000 orang, dengan total anggota 50 ribu orang. Data kunjungan itu tertinggi di Indonesia.

Sumber: Situs berita Media Indonesia, 19 Mei 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan