-->

Kronik Toggle

Rakit Bom Buku, Siswa SMP Ditahan

Bengkulu – Kepolisian Daerah Bengkulu menangkap FY, siswa kelas VIII sebuah SMP negeri di Kabupaten Kepahyang. Hal itu lantaran remaja 14 tahun itu telah merakit bom buku.

Kepala Polda Bengkulu Brigadir Jenderal Burhanudin Andi mengatakan karena perbuatannya FY dijerat Undang-Undang Nomor 15 tahun 2003 tentang pemberantasan tindakan pidana terorisme dengan ancaman 15 tahun. “Melihat latar belakang pelaku yang masih anak-anak, maka kita masih akan terus mengembangkan kasus ini. Tidak menutupi kemungkinan ada aktor lain di balik kasus ini,” ujarnya dalam jumpa pers, Selasa, 10 Mei 2011.

Bom dirakit pada buku berjudul Mengungkap Berita Besar dalam Kitab Suci. Burhanudin menjelaskan bom tersebut diletakkan di atap rumah FY dan ditemukan oleh ayahnya, Imron Joni, pada Ahad, 8 Mei 2011.

Pada bagian tengah buku itu dibuat jendela yang diisi dengan NCB Stik PS tanpa baterai dan detektor. “Persis seperti bom buku yang ditemukan di Jakarta beberapa waktu lalu,” ujar Burhanudin.

Saat mendapatkan bom buku yang diserahkan langsung oleh ayahnya, pihak kepolisian langsung melacak asal buku tersebut.

Pelaku mengaku buku yang sejak tahun 2006 dilarang peredarannya tersebut, dicuri dari sebuah SD negeri di Kabupaten Kepahyang. “Saat kita konfirmasi ke sekolah yang dimaksud ternyata benar I buku tersebut hilang,” ujar Burhanudin.

Mengenai motif perakitan bom, pelaku mengaku hanya iseng belaka dan belajar merakit tersebut dari televisi. Masih menurut pelaku, bom dirakit di rumahnya sembari dia menjaga rental Play Station milik keluarganya.

Hingga saat ini, polisi terus melakukan pemantauan di lokasi penemuan bom dan tempat tinggal pelaku. Apalagi kawasan tersebut merupakan areal madrasah. “Kita hanya mengimbau kepada orang tua agar lebih ketat lagi mengawasi anak-anak mereka,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Gubernur Bengkulu Junaidi Hamzah ikut prihatin dengan ditemukannya bom buku di wilayah Bengkulu. Padahal, selama ini Provinsi Bengkulu dikenal aman tanpa gejolak yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. “Masyarakat lebih meningkatkan keamanan jika ada yang mencurigakan dapat segera dilaporkan,” ujarnya.

PHESI ESTER JULIKAWATI

*) Tempointeraktif 10 Mei 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan