-->

Kronik Toggle

Minim Perpustakaan, Ribuan Sekolah di Lampung Langgar UU

TRIBUNNEWS.COM, BANDAR LAMPUNG – Ribuan sekolah mulai tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas di Lampung melanggar ketentuan undang-undang. Berdasarkan data yang dihimpun pada Minggu (15/5/2011), jumlah sekolah yang memiliki ruang perpustakaan masih sangat minim.

Kondisi ini dinilai menyalahi amanat Undang-Undang (UU) Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Lampung Ahmad Jajuli mengatakan, dalam UU itu disebutkan setiap sekolah/madrasah menyelenggarakan perpustakaan yang memenuhi standar nasional dengan memperhatikan Standar Nasional Pendidikan.

“Dengan demikian setiap sekolah wajib mempunyai perpustakaan berkualitas demi mewujudkan kualitas pendidikan di sekolah tersebut. Standarnya juga sudah diatur secara rinci,” kata Ahmad Jajuli. Dalam UU terdapat tiga standar kelayakan perpustakaan yang harus dipenuhi sekolah. Perpustakaan wajib memiliki koleksi buku teks pelajaran yang ditetapkan sebagai buku teks wajib pada satuan pendidikan yang bersangkutan.

Secara kuantitas buku pelajaran harus mencukupi untuk melayani semua peserta didik dan pendidik. Standar selanjutnya adalah, perpustakaan sekolah/madrasah mengembangkan layanan perpustakaan berbasis teknologi informasi dan komunikasi.

Standar terakhir, setiap sekolah harus mengalokasikan dana paling sedikit lima persen dari anggaran belanja operasional sekolah/madrasah atau belanja barang di luar belanja pegawai dan belanja modal untuk pengembangan perpustakaan. “Menjalankan amanat UU sangat urgen, karena di antara sekian banyak fasilitas penunjang kegiatan belajar di sekolah, perpustakaan faktor paling penting dalam menentukan mutu pendidikan,” ujarnya.

Pentingnya peranan perpustakaan dalam meningkatkan mutu pendidikan juga ditegaskan dalam Peraturan Pemerintah (Perpres) Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

Dalam perpres dinyatakan perpustakaan adalah bagian dari sarana dan prasarana yang wajib dimiliki oleh sekolah/madrasah. “Secara eksplisit artinya, tidak boleh ada sekolah yang tidak memiliki perpustakaan,” kata Jajuli.(*)

Sumber: Situs berita Tribunnews.com, 17 Mei 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan