-->

Kronik Toggle

Minat Baca Masyarakat Garut Rendah

Garut – Minat baca masyarakat Kabupaten Garut, Jawa Barat, rendah. Jumlah penduduk yang memiliki minat baca hanya sekitar 10 persen dari jumlah penduduk Garut sebanyak 2,4 juta jiwa. “Minat baca masyarakat ini masih jauh dari standar nasional dan provinsi,” ujar Kepala Kantor Perpustakaan Daerah Garut Wawan Nurdin, Selasa, 24 Mei 2011.

Menurut dia, rendahnya minat baca ini juga bisa dilihat dari jumlah kunjungan masyarakat di setiap perpustakaan. Setiap harinya tidak lebih dari 2 ribu orang berkunjung ke perpustakaan. Bahkan jumlah masyarakat yang menjadi anggota perpustakaan daerah hanya mencapai 4 ribu orang.

Wawan menilai, rendahnya minat baca ini diakibatkan oleh kurangnya sosialisasi dari pemerintah kepada masyarakat akan pentingnya membaca. Selain itu juga, fasilitas perpustakaan di wilayahnya masih kurang. “Anggaran kita untuk perpustakaan ini hanya sebesar Rp 35 juta, tidak sebanding dengan jumlah sekolah dan penduduk yang ada,” ujarnya.

Bupati Garut Aceng H.M Fikri menyatakan kurangnya minat baca ini mengakibatkan Kabupaten Garut sulit untuk keluar dari status daerah tertinggal di Indonesia. “Dampaknya kita masih menjadi daerah tertinggal karena orang yang tidak mau membaca itu akan bodoh dan tidak memiliki pengetahuan,” ujarnya.

Oleh karena itu, untuk menumbuhkan minat baca, Pemerintah Kabupaten Garut memberikan pelatihan bagi pengelola perpustakaan di tingkat sekolah, desa, dan pesantren. Hal itu dilakukan agar masyarakat tertarik untuk datang ke perpustakaan.

Selain itu, lanjut Aceng, pihaknya pun berencana akan membangun taman baca di tempat umum, seperti rumah sakit, Lembaga Pemasyarakatan, tempat rekreasi, dan tempat perbelanjaan. “Mudah-mudahan cara itu bisa mendorong masyarakat untuk mau mengisi waktu senggangnya dengan membaca,” ujar Aceng.

SIGIT ZULMUNIR

Sumber: Situs berita Tempointeraktif, 24 Mei 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan