-->

Resensi Toggle

Kabar Resensi Sepekan di Blog Buku

blog bukuEdisi Khusus RESENSI yang disiarkan RADIO BUKU bekerjasama dengan portal berita www.indonesiabuku.com. Kabar sepekan resensi buku di sejumlah blog buku di Indonesia. Kabar Resensi ini disusun kontributor blog dari Bandung, HERNADI TANZIL

Seksualita Kamu Berjubah

karya Romo Paul Suparno, SJ

Dimuat di Blog “For Book Lovers” http://monicpecintabuku.blogspot.com/

Diposkan, 29 Mei 2011

Buku ini mengangkat bagaimana seharusnya kaum rohaniwan menyikapi seks dalam keseharian mereka. Kaum rohaniwan harus dapat memahami arti seksualitas dan dapat menyikapinya dengan baik. Jangan sampai ada rohaniwan yang menolak segala yang terkait dengan seksualitas, menghindari lawan jenis karena merasa mereka sebagai penggoda atau merasa diri menjadi kotor pada saat tengah merasakan dorongan seksualitas. Karenanya mereka harus dapat mengintegrasikan seksualitas dan dorongannya tersebut ke arah pelayanan pada sesama. Romo Paul dalam buku ini juga menjelaskan bahwa tak ada keburukan pada relasi yang bersifat intimacy, solitude dan loneliness; ASALKAN masih dalam batas kewajaran dan dapat diarahkan ke tujuan yang benar dan mengatasinya dengan bantuan Tuhan melalui relasi pada sesama.

“Things Fall Apart” karya Chinua Achebe

Dimuat di Blog Surga Bukuku, http://surgabukuku.wordpress.com/

Diposkan 30 Mei 2011

Novel kultural Nigeria ini menceritakan Okonkwo, seorang lelaki bangsa Ibo – Nigeria yang terkenal tangguh yang memiliki tiga istri dan sebelas anak. Okonwo ini sesungguhnya sangat takut terhadap kegagalan dan kelemahan, ia takut menyerupai ayahnya, yang dianggap seorang pecundang oleh klan Ibo. Dia juga terobsesi menjadi pria sejati, pria yang kaya, kuat, dan dihormati, karenanya dalam sebuah peristiwa ia tega membunuh anak angkatnya sendiri karena takut dianggap lemah. Tetapi semua pencapaiannya menghadapi tantangan nyata ketika misionaris Kristen mulai merambah benua Afrika. Perlahan mereka mencerabuti tradisi dan budaya kaum Ibo. Novel Things Fall Apart memberi banyak wawasan baru mengenai adat istiadat dan budaya klan Ibo di Nigeria.

Of Bees and Mist karya Erick Setiawan

Dimuat di Blog “My book Reviews Cornet” http://annisaanggiana.wordpress.com/

Diposkan, 29 Mei 2011

Novel ini bercerita tentang pengalaman hidup seorang perempuan bernama Meridia dibesarkan di sebuah rumah dimana ayah dan ibunya tidak berbicara satu sama lain. Banyak keganjilan dalam rumah tersebut. Ketika berumur 16 tahun Meridia bertemu dengan Daniel dan menikah di keluarga barunya Meridia menemukan seteru abadinya, dan juga lebah-lebah. Kejadian demi kejadian membuat Meridia harus bertarung untuk mempertahankan keluarga kecilnya. Seiring berjalannya waktu rahasia keluarganya perlahan-lahan terbuka. Erick Setiawan berhasil menciptakan cerita realisme magis yang memikat. Buat saya, tidak kalah asik seperti membaca karya-karyanya Gabriel Garcia Marquez atau Isabel Allende. Penokohan dalam cerita ini juga sangat baik. Jarang sekali menemukan tokoh seperti Eva yang alaihim nyebelin, jahat dan manipulatifnya.

Dari Datuk ke Sakura Emas karya Anwar Fuadi et al

Dimuat di Blog “Book to Share” http://perpuskecil.wordpress.com/

Diposkan, 27 Mei 2011

Keempat belas cerita dari 14 penulis dalam buku yang seluruh hasil royaltinya akan disumbangkan sepenuhnya untuk PDS HB Jassin ini membawa kita terombang-ambing, mulai dari cerita berbau adat, bersetting di Jepang, bertokoh perempuan muda sampai laki-laki tua. Semua membawa kita ke dimensi yang berbeda, dengan gaya penceritaan masing-masing yang unik namun sama kuatnya. Membaca tulisan A.Fuadi yang bertutur detail, dengan Sitta Kirana yang bergaya ala teenlit, tentu menimbulkan kesan berbeda, namun sama mengasyikkannya.

Habibie: Kecil tapi Otak Semua karya A. Makmur Makka

Dimuat di Blog Buku Bermutu http://novalmaliki.blogspot.com/

Diposkan, 26 Mei 2011

Buku tentang B.J. Habibie ini berbeda dengan buku sejenis dalam hal setting dan nuansanya. Karena rentang waktu kejadian yang cukup panjang, maka urutan kejadian disusun tidak berdasarkan kronologis waktu dan aktualitas, tetapi berdasarkan sekat-sekat tema yang sesuai setiap kejadian dan kisah. Sejumlah kisah yang disajikan dalam buku ini merupakan kisah yang dialami penulisnya, maupun dikutip dari berbagai narasumber. Banyak kemungkinan yang bisa tergali dalam buku ini yang disuguhkan secara manusiawi; penderitaan, kesedihan, keluguan, pengorbanan, dan lain-lain. Semuanya menghadirkan serba-serbi kehidupan sang technosof.

Utusan Damai di Kemelut Perang – Peran Zending dalam Perang Toba karya Uli Kozok

Dimuat di Blog “Baca Buku” http://ravibooks.blogspot.com/

Diposkan, 25 Mei 2011

Buku yang ditulis oleh Profesor Uli Kozok, ketua jurusan bahasa Indonesia di Universitas Hawaii ini tidak saja menguraikan sejarah penyebaran agama Kristen di Sumatera Utara oleh Misi Protestan Jerman pada tahun 1860 – 1897, namun juga ideologi yang mendasari misi tersebut dan hubungan antara zending dengan pemerintah kolonial, yang saling mendukung satu sama lain. Penulis buku ini juga berusaha mengungkapkan, bahwa tujuan dan aktivitas zending ini tidak sungguh-sungguh mulia atau sejalan dengan perjuangan bangsa. Membaca buku ini akan menambah pengetahuan kita tentang sebagian sejarah Sumatera Utara yang cukup menarik, yang diuraikan dengan ringkas dan jelas, antara lain disertai dengan terjemahan beberapa surat para misionaris saat perang Toba.

Darmacinta karya Sri Wintala Achmad

Dimuat di Blog “Baca Biar Keren!” http://dionyulianto.blogspot.com/

Diposkan, 24 Mei 2011

Membaca Darmacinta seperti membawa kita kembali ke zaman ketika fiksi dan fakta masih bercampur baur, tempo ketika mitos, legenda, dan epos seolah mewujud dan terbuktikan kebenarannya. Pakem utama ceritanya sendiri adalah tentang pengembaraan Jaka Prayaga dan Dewi Erawati dengan latar belakang situs Candi Borobudur dan candi-candi sekitarnya, lingkungan alam tanah Jawa pada milenium pertama setelah Masehi, Kerajaan Medang Kamulan (840-856 M), Empu Sendok (abad ke-10), hingga terjadinya Maha Pralaya (1006). Tidak hanya perjalanan semata, di dalamnya diselipkan kisah-kisah pewayangan, asal-usul pulau Jawa, penancapan Gunung Tidar oleh Sang Hyang Ismaya agar pulau Jawa tidak terombang-ambing di samudra yang luas, serta kisah-kisah penuh hikmah zaman kuno yang mungkin belum pernah kita dengar walaupun versinya mungkin sudah tidak asing lagi.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan