-->

Resensi Toggle

Kabar Resensi Pekan Keempat Mei 2011

Koran1Berikut ini adalah KABAR BUKU Edisi Khusus RESENSI yang disiarkan RADIO BUKU bekerjasama dengan portal berita www.indonesiabuku.com. Kabar sepekan resensi buku di sejumlah media di Indonesia.

86

Karya Okky Madasari

Resensi ditulis Damhuri Muhammad

Dimua KOMPAS, 29 Mei 2011

Dalam novel ini, dunia “lapan-enam” dijelaskan sebagai dunia yang tak lagi tabu, tetapi dunia yang serba tersingkap, serba di benarkan. Dunia yang memelintir kejujuran dan kesetiaan pada kebenaran menjadi cacat historis. Kronologi kisah Arimbi sejak lulus kuliah hingga merantau ke Jakarta lalu diterima sebagai PNS, terasa linear dan datar, sebagaimana kisah orang-orang yang merantau ke Jakarta yang tervisualisasikan dalam fil-film Indonesia tahun 80-an. Lantaran praktik suap-menyuap yang terjadi di lingkungan kerja Arimbi, tak tanggung-tanggung, gadis itu terobsesi hendak mengubah nasibnya dengan jalan pintas itu. Dalam novel ini juga diceritakan ketika Arimbi tertangkap tangan oleh KPK dengan tuduhan menerima suap guna memenagi sebuah perkara besar.

Sumbangan Peradaban Islam Pada Dunia

Karya Prof Dr Raghib as-Sirjani

Resensi ditulis Andree Priyanto

Dimuat KORAN TEMPO, 29 Mei 2011

Dalam buku setebal 880 halaman ini penulis fasih menjelaskan tentang peradaban Islam, yang istimewa dari sudut pandang ilmiah dengan dukung sejumlah fakta data serta alasan-alasan yang nyaris tak terbantahkan. Salah satu perkara yang menarik yang ditulis Dr Sirjani dalam bukunya ini, yang jarang disoroti penulis lainnya, adalah peranan kaum muslim dari sisi akidah, pemikiran, dan sastra. Menurut dia, ketiga hal tersebut memberi sumbangan terhadap kebesaran peradaban Islam pada masa itu. Sementara pada masa itu negara-negara Barat berupaya melepaskan diri dari agama, dunia Arab justru sebaliknya.

Cemburu itu Peluru

Karya Oddie Frente | Andi Tantono | Kika Dhersy Putri |Novita Poerwanto | Erdian Aji

Resensi ditulis M. Syarif Mansyur

Dimuat JAWA POS, 29 Mei 2011

Cemburu itu Buta merupakan kompilasi flash fiction yang dirangkai lima penulis. Disusun dari 20 flash fiction masing-masing penulis yang keseluruhannya berjumlah 100 cerita. Beberapa cerita menegaskan kisah akhirya, namun tak sedikit pun yang membiarkan Anda menyimpulkan sendiri kisah akhirnya. Seperti salah satu judul cerita seperti Sehari Saja menceritakan kecemburuan lelaki terhadap pengalihan kasih sayang istrinya kepada janinnya sendiri. Hal lain yang menarik pada buku ini adalah konsep kemasannya yang dipaketkan dengan DVD yang berisi sembilan film pendek.

Negara Paripurna

Karya Yudi Latif

Resensi ditulis Ahan Syahrul

Dimuat JAWA POS, 29 Mei 2011

Dalam buku ini, Yudi menggambarkan dengan sangat detail segi-segi paling utama dari negara. Pilar kehidupan berbangsa yang sudah selesai disusun oleh para pendiri bangsa. Karya ini dipaparkan Yudi menunjukan relevansi Pancasila terhadap kehidupan berbangsa.  Mulai proses kelahirannya, rasionalitas, hingga pembumian nilai-nilainya. Yudi mampu memaparkannya secara ringan, tanpa menghilangkan substansi nilai-nilai yang terkandung. Itu membuat Pancasila begitu nyaman untuk dipelajari dan dihayati.

Anak Arloji

Karya Kurnia Effendi

Resensi ditulis Benni Setiawan

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 29 Mei 2011

Anak Arloji merupakan salah satu judul cerpen yang berada di dalam buku menawan ini. Pemicunya sepele saja sebuah arloji. Arloji ini pemberian dari seorang dokter yang biasa menghadiahkan barang yang berkaitan dengan waktu tersebut kepada pasien yang anak dalam kandungannya diyakini akan lahir dengan selamat. Dan ada seseorang anak yang anaknya memang lahir dengan selamat, tapi beberapa waktu kemudian meninggal, padahal ia juga mendapat hadiah arloji dari dokter yang baik itu. Kecemasan dan kegelisahan yang luar biasa menghantui hati manusia yang ‘curiga’ terhadap takdir.

Senar Mesem

Karya R Toto Sugiharto

Resensi ditulis Satmoko Budi Santoso

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 29 Mei 2011

Novel bertajuk Semar Mesem ini adalah novel yang mencoba mendudukkan diri pada upaya penggalian tokoh alternatif yang diharapkan menjadi contoh budi baik. Semacam suri tauladan. Tokoh tersebut, ternyata bisa dijumput dari epos dunia pewayangan yang akrab menjadi hiburan masyarakat. Melalui tokoh Semarlah penulis novel buku ini mencoba menggali sejumlah contoh konsep, pemikiran, filosofi, maupun tidakan Semar. Dari sudut pandang yang sering cenderung berperspektif humor aspek penceritaan dalam novel ini mengalir lancar. Penulis bagai dalang mbeling yang lincah mengkritik berbagai pihak, terutama yang berkaitan dengan upaya mewujudkan kemakmuran rakyat.

Aborsi di Indonesia Dalam Angka

Karya dr Titik Kuntari MPH

Resensi ditulis H lip Wijayanto Msi

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 29 Mei 2011

Ketika membaca buku ini, kita akan menjadi tahu bahwa aborsi adalah masalah paling serius bagi perempuan modern melebihi penyakit kanker serviks, kanker payudara dan lain-lain. Aborsi kriminalis memiliki probabilitas kegagalan yang sangat besar karena umumnya memang dilakukan secara mal-praktik yang berujung kepada kematian (mortalitas) perempuan yang melakukannya.

1435 Detik-detik Jatuhnya Konstantinopel ke Tangan Muslim

Karya Roger Crowley

Resensi ditulis Susie Evidia Y

Dimuat REPUBLIKA, 29 Mei 2011

Kaum nasionalis modern menganggap pengepungan Konstantinopel sebagai perang antara Yunani dan Turki. Anggapan yang keliru. Kedua belah pihak tidak akan terima. Konstantinopel adalah garis depan perseteruan panjang antara Islam dan Kristen demi keimanan yang hakiki. Konstantinopel menjadi incaran karena lebih dari seribu tahun sebagai pusat dunia Barat. Ancaman dan gempuran menjadi langganan Konstantinopel. Namun, kota yang dianggap sebagai surga dunia ini sanggup bertahan dan semakin berkuasa. Ajalnya jatuh di tangan Sultan Usmani dengan berbekal senjata canggih, armada laut yang tangguh dan puluhan ribu pasukan setia melawan Konstantinopel. Suku ini memiliki ciri yang khas dibandingkan orang Byzantium. Penyerbuan demi penyerbuanUsmani ke Konstantinopel dirinci oleh penulis dengan detail.

Hukum dan Ancaman Keberlangsungan Industri Rokok

Penyunting Zamruhi

Resensi ditulis Musyafak Timur Banua

Dimuat SUARA MERDEKA, 29 Mei 2011

Rokok di Nusantara telah mengalami evolusi panjang, menyentuh batas-batas sosial, ekonomi, tradisi, budaya, bahkan agama. Namun hukum di Republik ini masih memperkarakan rokok dengan tidak mencakup segala ranah itu: masih parsial. Buku ini mewakili sebagian ketegangan perbincangan terkait rokok. Di tengah tarik-menarik kepentingan ini, pemerintah ditengarai belum mengambil kebijakan (policy) yang bisa menciptakan kebajikan (wisdom) bagi semua pihak. Mestinya kebijakan pemerintah juga memberikan proteksi kepada perusahaan rokok dalam negeri, jika memang industri tembakau masih diharapkan kontribusi ekonomisnya.

Menjadi Guru Untuk Muridku

Karya ST Kartono

Resensi ditulis Tea

Dimuat TRIBUN JOGJA, 29 Mei 2011

Buku ini berisikan kisah inspiratif yang ditulis dalam bahasa lugas dan mudah dicerna. Ada 70 cerita yang ditulis ST Kartono mengenai pengalaman antara guru dan murid. Salah satunya yang berjudul Guru Inspiratif. Selain kisah guru inspiratif juga ada kisah lainnya seperti belajar konsisten, mengoreksi dengan tinta merah, menutup pintu gerbang, guru yang mengajarkan kejujuran, membiasakan berterima kasih, hingga guru yang sukanya menghukum siswa.

Kartosoewirjo Mimpi Negara Islam

Karya Nugroho Dewanto

Resensi ditulis Abdul Hopid

Dimuat HARIAN JOGJA, 26 Mei 2011

Buku ini memberikan wawasan tentang gerakan NII di Indonesia jelas menggambarkan  bagaimana metamorfosis gerakan paham NII, terutama pasca 1962 sampai tahun 2000-an, bahkan sampai sekarang. Ada mata rantai gerakan yang tidak terputus, selalu ada penerus untuk cita-cita negara Islam. Buku setebal 145 halaman ini berisi tentang persoalan kekinian yang yang sedang hangat dibicarakan media, yaitu tentang NII. (Aya/IBOEKOE)

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan