-->

Resensi Toggle

Kabar Resensi Pekan Keempat April 2011

Berikut ini adalah KABAR BUKU Edisi Khusus RESENSI yang disiarkan RADIO BUKU bekerjasama dengan portal berita www.indonesiabuku.com. Kabar sepekan resensi buku di sejumlah media massa di Indonesia.

IMG_7687Riwayat Tionghoa Peranakan di Jawa

Karya Ong Hok Ham

Resensi ditulis David Tobing

Dimuat MEDIA INDONESIA, 30 April 2011

Buku ini menyediakan suatu tesis yang mendasar, yakni jurang identitas antara Tionghoa dan pribumi disebabkan oleh politik kolonial Belanda. Tesis tersebut didukung oleh analisis sejarah yang menyingkap fakta relasi harmonis antara Tionghoa dan Pribumi sebelum kedatangan Belanda. Keeratan dan keharmonisan antara Tionghoa dan Pribumi menjadi hilang karena adanya kebijakan politik Belanda yang memisahkan Tionghoa dan Pribumi.

1 Perempuan 14 Laki-Laki

Karya Djenar Maesa Ayu dan kawan-kawan

Resensi ditulis Ibnu Rizal

Dimuat KOMPAS, 1 Mei 2011

Antalogi ini di tulis Djenar bersama empat belas penulis lain, yang seluruhnya adalah laki-laki. Mereka datang dari berbagai profesi dan lintas generasi, empat belas penulis dengan empat belas kepala yang memiliki gagasan yang berbeda. Antalogi ini tetap memperlihatkan beberapa karakteristik yang sangat khas dalam cerpen-cerpen Djenar. Beberapa cerpen dalam antalogi ini mencerminkan latar belakang profesi yang dimiliki oleh rekan penulis Djenar. Meskipun masing-masing cerpen berdiri sendiri-sendiri, di dalamnya tersimpan gagasan besar yang senada.

Pelangi Melbourne: Dua Dunia Satu Cinta

Karya Zuhairi Misrawi

Resensi ditulis Efin Fintiana

Dimuat KORAN TEMPO, 1 Mei 2011

Novel ini membahas kisah cinta lintas bangsa dan agama. Yang mengisahkan seorang seorang pemuda lulusan IAIN yang sedang menjalani kursus bahasa Inggris di Hawthorn English Language Centre, Melbourne. Namanya Zaki Mubarok. Hari pertama menginjakkan kaki di Negeri Kanguru, ia berkenalan dengan Diana Lee, beragama Katolik asal Korea Selatan.  Zaki digambarkan sebagai laki-laki yang alim, banyak mengutip ayat-ayat Al-Quran, rajin dan tekun belajar. Tapi juga tukang merayu. Selain membahas cinta lintas agama dan lintas bangsa, Zuhairi juga membahas kekaguman yang luar biasa kepada Australia.

Ummi Inside

Karya Misbahul Huda

Resensi ditulis Mursyid Burhanuddin

Dimuat JAWA POS, 1 Mei 2011

Buku ini tampil lebih soft atau lebih tepatnya bernuansa for her. Hebatnya, buku ini menggunakan penghampiran eklektik in corporate. Yakni, memadukan tiga gaya selingkung dalam sebuah buku. Tiga bab awal sarat dengan konsepsi normatif, dua bab berikutnya berupa “kolom empiris” nan cair, dinamis, dan seringkali mengejutkan. Lalu ditutup dengan testimoni orang-orang tedekat. Bukan itu saja. Buku ini punya positioning yang bagus. Lantaran sampai kini tak ada lembaga formal yang khusus mencetak menjadi orang tua yang baik dan efektif.

Chiefdom Madinah:  Salah Paham Negara Islam

Karya Dr. Abdul Aziz, MA

Resensi ditulis Ali Rif’an

Dimuat JAWA POS, 1 Mei 2011

Buku ini diracik dengan menggunakan pendekatan dengan metode interprestasi historis-sosiologis. Ada tiga pandangan yang menjadi titik kisar dalam kajian buku ini. Pertama, pandangan yang mewajibkan pendirian negara Islam yang tunduk pada syariat Islam. Kedua, pandangan sekuler dengan memisahkan negara dan agama. Ketiga, pandangan akan internalisasi nilai-nilai Islam dalam praktik bernegara tanpa menyematkan negara Islam atau negara sekuler.

Sihir Betis Ken Dedes

Karya Hoyyima Khoiri

Resensi ditulis Rohman Abdullah

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 1 Mei 2011

Buku ini mendedah tuntas perjalanan kisah asmara Ken Arok dan Ken Dedes yang acap kali menimbulkan korban nyawa, tetesan darah dan air mata.

Panduan Pelajar Muslim untuk Meraih Prestasi

Karya Kristya Mintarja M Ed

Resensi ditulis Sabto Triyanto SSi

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 1 Mei 2011

Buku ini berisi renungan yang bisa membukakan hati kita yang selalu tertutup pada masalah-masalah kehidupan khususnya di kalangan pelajar. Renungan tersebut dapat dijumpai di setiap halaman buku ini, gaya bahasa yang dipakai juga mudah dicerna dan menarik untuk dibaca.

Menjadi Dokter Pribadi di Rumah Sendiri

Karya dr Yusuf Alam Romadhon

Resensi ditulis Susie Evidia Y

Dimuat  REPUBLIKA, 1 Mei 2011

Walaupun penulis seorang dokter, tidak selalu menganjurkan sakit harus pergi ke dokter. Namun bisa juga melakukan pengobatan sendiri di rumah. Tentunya dengan pengetahuan dasar untuk melakukan pertolongan atau penanganan suatu penyakit. Pengetahuan itu kita bisa dapatkan dalam buku ini. Bab tiga dalam buku ini berisi tips dan menangani penyakit-penyakit yang biasa muncul dirumah. Mulai dari demam, vertigo, masuk angin, sembelit, pingsan hingga stroke diuraikan dengan rinci serta pertolongan pertamanya. Penulis juga tidak selalu menawarkan bahan-bahan kimia. Dia malah memperkenalkan toga, yaitu tanaman obat keluarga.

Presiden Prawiranegara

Karya Akmal Masery Basral

Resensi ditulis Wisnu Prastya Utomo

Dimuat SUARA MERDEKA, 1 Mei 2011

Novel karya Akmal Masery Basral ini setidaknya memberikan literatur yang memberikan tempat layak bagi Pak Syafrudin dalam sejarah bangsa ini. Novel setebal 370 halaman ini menigisahkan perjuangan Pak Syaf dalam mendirikan PDRI dan melanjutkan eksistensi republik. Perjuangan yang sungguh berat karena dihadapkan pada ancaman kolonialisme yang ingin menancapkan kembali kekuasaan di bumi pertiwi. Penulis menggunakan Kamil Koto untuk menceritakan sosok Pak Syaf. Kamil adalah seorang preman pasar yang insyaf dan kemudian ikut bergerilya bersama PDRI. Novel ini tidak berpretensi menjadi sebuah novel sejarah. Meskipun demikian, novel ini setidaknya menjadi upaya untuk dekonstruksi kemapanan konsep histografi ala penguasa yang ingin menunggalkan tafsir sejarah. (Aya/IBOEKOE)

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan