-->

Kronik Toggle

Buruh Migran Serahkan Buku Surat Berdarah pada SBY

Buruh migran menyerahkan buku surat berdarah pada SUSILO BAMBANG YUDHOYONO (SBY) untuk mengingatkan pemerintah pada nasib TKI.

Buku setebal 200 halaman itu ditulis oleh PIPIT SENJA mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang 20 tahun hidupnya dihabiskan di negara-negara asing sebagai pembantu rumah tangga.

PIPIT yang asal Bogor itu menulis semua pengalaman hidupnya sebagai TKI di luar negeri dan juga beberapa pengalaman dari teman-teman sesama TKI lainnya.

Kata PIPIT di Surabaya, Senin (16/05) pada RANGGA reporter Suara Surabaya, buku surat berdarah untuk SBY itu sudah dititpkannya pada ANAS URBANINGRUM Ketua Umum Partai Demokrat saat di Jakarta. Buku itu juga dititipkan di Sekretariat Negara.

Dia berharap lewat buku itu Presiden SBY bisa merasakan penderitaan TKI di luar negeri yang kerap diperlakukan tidak adil. Tidak hanya oleh majikan atau perusahaan tempat bekerja tetapi oleh sistem penempatan dan perekrutan yang menindas.

Buku surat berdarah untuk SBY ini, diantaranya berisi soal penyiksaan TKI oleh majikan, penipuan yang dilakukan oleh perusahaan jasa penempatan PJTKI, pembiaran kasus-kasus TKI oleh KBRI setempat, pemerasan di bandara saat pulang sampai penggelapan uang klaim asuransi yang seharusnya mereka dapatkan.(ran/ipg)

*)Suarasurabaya.net 16 Mei 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan