-->

Literasi dari Sewon Toggle

Bulan Mei Bulan Film Pendidikan

Pukul 19:00 – 28 Mei jam 22:30
Studio 1 Gelaran Indonesia Buku Jalan Patehan Wetan no. 3, Alun-Alun Kidul, Keraton Yogyakarta, Indonesia

Benarkah kita saat ini sepenuhnya memahami esensi pendidikan? Berkat keberadaan Hari Pendidikan Nasional yang dirayakan setiap 2 Mei, bulan ini sering pula disebut bulan pendidikan. Hanya saja, setiap kita menyaksikan media massa, atau menengok kondisi sekitar, melulu banyak jelaga menyelimuti dunia pendidikan Indonesia kiwari.

Cine Book Club bekerjasama dengan Indonesia Buku pada bulan ini akan melaksanakan tiga sesi pemutaran film-film dengan tema pendidikan, dengan tetap bersinggungan dengan kriteria kami, yaitu meliputi keberadaan buku maupun aktivitas literasi. Untuk itu, kami akan menyajikan kepada segenap penonton film-film yang tak sekadar menggambarkan kondisi dunia pendidikan, tapi menyasar lebih dalam. Untuk mengajak penonton menyelami kembali hakikat aktivitas mendidik itu sendiri, yaitu meminjam istilah Paulo Freire, “penyadaran dari realitas yang menindas”.

1. Freedom Writers [2007] – 7 Mei

freedom-writersSeorang guru muda ditugaskan di sebuah sekolah rintisan integrasi antar etnis. Erin Gruwell (diperankan dengan apik oleh Hillary Swank) segera menyadari bahwa persoalan luar kelas tak bisa begitu saja ditanggalkan dalam proses belajar mengajar. Prasangka etnis, kekerasan, serta budaya geng terus mengikuti hidup murid-muridnya.

Gruwell menyadari kemudian, semua rintangannya dalam mendidik anak-anak tersebut rupanya dapat dihadapi dengan buku dan menulis. Sebuah film berdasar kisah nyata yang populer dari Richard LaGravenese yang sampai sekarang masuk daftar wajib tonton bagi setiap pengajar, pelajar, serta siapapun ia yang mencari inspirasi lugas dari sebuah film ringan dan tetap menyentuh.

2. Tiga Film Pendek Coret dan Jeda – 14 Mei
Dua komunitas muda-mudi dari Yogyakarta (Coret) dan Magelang (Jeda) menyuguhkan pada kita beberapa potret aktivitas literasi dan pendidikan. Potret yang sedianya mengajak kita berkaca dan merenungkan kembali hakikat pendidikan di Negara ini.

  • “Tahfit” (aktivitas menghapal Al-Quran di pondok)
  • “Difabel yg berprestasi”
  • “Cah ndalem” (menyusuri kisah pembantu di pondok pesantren yang memiliki kesempatan belajar di pondok)

3. Jermal [2009] – 28 Mei
Proyek patungan antara produser Jerman dan Indonesia, dan segera dinobatkan oleh banyak kritikus sebagai salah satu film Indonesia terbaik bertema pendidikan. Cerita berfokus pada Jaya (12) yang kehilangan ibunya, lantas menemui satu-satunya anggota keluarganya yang masih hidup, yaitu ayahnya, Johar (48). Johar bekerja di sebuah jermal, tempat penjaringan ikan yang dibangun di atas tonggak-tonggak kayu di tengah lautan. Jermal tersebut terpencil dan sulit dijangkau. Di tempat itu, kerja buruh kasar dan keterasingan adalah kenyataan sehari-hari. Johar dibayangi masa lalu kelam yang membuatnya tak bisa kembali ke daratan sejak 12 tahun silam.

Tak hanya bercerita mengenai hubungan ayah-anak yang serba sulit, kemampuan baca tulis Jaya rupa-rupanya banyak membantu anak-anak lain di Jermal untuk mengembangkan diri. Dibandingkan “Laskar Pelangi” yang konon amat inspiratif dalam merangsang hasrat merengkuh pendidikan, “Jermal” menyasar hal-hal yang lebih prinsipil. Saat anak-anak yang terasing di Jermal itu tak tersentuh pendidikan formal, mereka terbukti tak pernah kehilangan “bahasanya” berkat kedatangan Jaya. Untuk itu “Jermal” secara jitu berhasil membicarakan hakikat pendidikan yang jarang kita sentuh selama ini.

Setiap pemutaran dimulai pukul 19.00 tepat, tentunya di Gelaran Indonesia Buku Patehan. Ajak kawan, pacar, ayah-ibu, adik, kakak, paman, bibi, siapapun dia. Sebab semua pemutaran gratis, tersedia pula makanan dan minuman, serta tak lupa, beragam hadiah menarik bagi peserta diskusi usai pemutaran yang beruntung. Mari Menonton Buku, Mari Membaca Film!

(Ardyan M Erlangga)

NB: 20, 21, 22 Mei 2011 Cine Book Club atas usulan anggota sarekat penonton buku, akan diisi dengan film-film bergenre sama untuk dikaji bersama. Pekan tengahan bulan ini akan diisi dengan film-film pergerakan mahasiswa di beberapa negara.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan