-->

Kronik Toggle

2012, Kabupaten/Kota se-Jateng Miliki Perpustakaan Desa

Semarang. Badan Arsip dan Perpustakaan Jawa Tengah menargetkan tahun 2012, masing-masing kabupaten/kota memiliki minimal satu perpustakaan desa/kelurahan. Hal itu demi memberantas buta aksara di kalangan masyarakat bawah, sehingga berangsur-angsur, kesejahteraan masyarakat desa bisa meningkat.

“Untuk tahap awal, selain dibutuhkan peningkatan anggaran pendampingan untuk memoles perpustakaan desa, dibutuhkan pula peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sebab, keberadaan pustakawan berkualitas di perpustakaan desa amat diperlukan, selain untuk memperbaiki manajemen pengelolaan juga melakukan sosialisasi secara tepat kepada masyarakat desa atau kelurahan setempat,” kata Kepala Badan Arpus Jateng, Dra Yuliati, Senin (9/5).

Selain menggulirkan dana pendampingan setiap tahun, pihaknya secara rutin juga memberikan motivasi kepada para warga desa untuk gemar membaca, dengan cara mendatangi perpustakaan secara rutin. “Motivasi juga kami berikan kepada para pustakawan desa sehingga mereka tidak cepat putus asa saat dihadapkan pada masalah sulitnya mengajak warga desa untuk minimal datang ke perpustakaan desa,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Yuliati mengatakan, masing-masing kabupaten/kota harus proaktif mendorong masing-masing desa atau kelurahan di wilayahnya untuk mengajukan proposal permohonan bantuan pengembangan perpustakaan desa.

“Bantuan kelak berupa buku, sarana prasarana penunjang perpustakaan, dan rak buku yang berasal dari dana APBN dan sebagian kecil dari APBD Jateng. Agar bantuan buku sesuai dengan kondisi wilayah dan masyarakat setempat, dalam proposal itu, masing-masing desa/kelurahan harus sekaligus mengajukan judul bukunya,” tandasnya.

Hingga awal tahun ini, Badan Arpus Jateng sudah berhasil mendirikan perpustakaan desa/kelurahan di 29 kabupaten/kota se-Jateng. Hal tersebut juga sekaligus diikuti dengan pengembangan perpustakaan dengan pemberian rak buku.

Meski begitu, kata Yuliati, masing-masing pimpinan daerah harus memberikan perhatian lebih terhadap pembentukan dan pengembangan perpustakaan desa/kelurahan. Pasalnya, tanpa dukungan pemerintah daerah, pengembangan perpustakaan desa tak akan bisa berjalan lancar.

“Masyarakat juga perlu memberi dukungan terhadap program yang amat positif untuk mengembangkan kecerdasan, bahkan kesejahteraannya sendiri,” imbuh dia. ( Hadziq Jauhary / CN26 / JBSM )

Sumber: Situs berita Suara Merdeka, 10 Mei 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan