-->

Kronik Toggle

Saut Poltak Tambunan Terbitkan Kumpulan Cerpen

Jakarta – Saut Poltak Tambunan, sastrawan generasi 1970-an yang dulu banyak menulis novel pop dewasa, kini masih menunjukkan produktivitasnya dengan menerbitkan kumpulan cerita pendak Sengkarut Meja Makan.


Buku yang diterbitkan Selasar Pena Talenta itu akan diluncurkan besok Sabtu, 2 April 2011 pukul 19.00 WIB di Taman Kuliner, Kalimalang, Jakarta Timur. Dr. Free Hearty dari Universitas Al Azhar dan Nuning Purnamaningsih, penyiar radio DFM, akan membahas proses kreatif Saut.

Putu Wijaya, sastrawan dan pendiri Teater Mandiri, menyatakan dalam endorsement-nya di buku ini bahwa Saut telah “memberikan potret sosial sendu dalam pergeseran nilai di negeri yang tersaruk berbenah dihajar berbagai perubahan ini.

Adapun penyair Hanna Fransisca mencatat, “Tema-temanya unik dan seringkali tidak terduga. Sepertinya sederhana tapi mengejutkan. Bagaimana dari objek kecil ‘meja makan’, misalnya, bisa melahirkan ironi dan kegeraman sebuah potret besar tentang Negara.”

Acara peluncuran buku itu juga akan dimeriahkan dengan permainan sasando oleh Djitron Pah, Lucky Samawa, monolog oleh Ina Kaka dari Teater Koma, Feybe Bayoh dari Komunitas Aku Cinta Sulawesi Utara, Krishna Pabichara, Shinta Miranda, dan musik E-Coustic Taman Kuliner.

Pada saat yang sama juga akan diluncurkan diserahkan talking book Kiat Sukses Menulis Novel kepada Himpunan Wanita Penyandang Cacat Indonesia (HWPCI). Yayasan Mitra Netra merekam suara Nuning Purnamaningsih untuk talking book berdasarkan dari buku Saut berdasarkan pengalaman pribadinya sebagai pengarang. “Talking book ini dipersembahkan bagi mereka yang memiliki keterbatasan penglihatan namun memiliki kemauan dan potensi yang besar untuk menjadi seorang penulis,” kata Sebastiane Wardono, humas Selasar Pena Talenta, dalam rilisnya.

Iwank

*) Tempointeraktif, 1 April 2011

1 Comment

Hotma di Hita L. Tobing - 05. Apr, 2011 -

Bagus sekali prakarsa ini – mempertemukan karangan dari berbagai penulis di bumi nusantara. Dalam acara ini dipaparkan sebagian isi buku dan pertemuan antara pecinta buku dari berbagai kalangan ini pastilah menyisakan kesan bahwa persatuan dan kesatuan memanglah harus tetap dirajut guna menciptakan damai di hati.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan