-->

Kronik Toggle

Priyo, dari Buku, Gunung, hingga Perkutut

JAKARTA—  Siapa yang tak kenal Priyo Budi Santoso? Dapat dipastikan, semua penghuni kompleks parlemen Senayan mengenal sosok Wakil Ketua DPR yang satu ini. Pembawannya yang lugas dan terbuka terhadap media membuat label “vokalis Senayan” melekat pada Priyo.

“Boleh, mau tanya apa?” ujar Priyo, Jumat (1/4/2011) seraya tersenyum menanggapi Kompas.com yang ingin mengetahui sisi lain politisi Partai Golkar ini.

“Saya suka membaca,” lanjut Priyo ketika ditanya tentang hobinya.

Menurut Priyo, selama belum sibuk dengan kegiatannya sebagai anggota DPR, dia hobi membaca buku. Dia mengakui dirinya sebagai seorang kutu buku. Namun, setelah terpilih sebagai Wakil Ketua DPR 2009-2014, pria 45 tahun ini lebih memilih menghabiskan waktu luang untuk berwisata dibandingkan dengan membaca buku.

“Tapi sekarang, di sela kesibukan saya, saya senang refreshing, lihat gunung-gunung. Gunung beneran, loh, ya,” ucapnya berkelakar.

Tempat wisata yang dipilihnya adalah wisata-wisata alam yang bernuansa hijau, seperti berwisata ke puncak atau taman bunga. “Saya suka lihat-lihat suasana yang hijau, segar, Puncak, daun, bunga-bunga,” ujarnya.

Priyo juga memiliki sebuah vila dan kebun di kawasan Puncak. Halaman vila dan kebun miliknya ditanami bunga-bungaan dan buah-buahan. “Senang melihatnya, seperti ada kenikmatan tersendiri. Ada bunga, kolam ikan,” ucapnya.

Demikian juga dengan halaman rumahnya yang berlokasi di kawasan Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Di rumahnya, Priyo memiliki sebuah kebun bunga yang lengkap dengan kolam ikan. Jika ada waktu luang, Priyo menata tanaman-tanaman yang tumbuh di halaman rumahnya.

“Ya, enggak merawat langsung, karena sudah ada petugas perawatannya. Saya cuma atur-atur saja,” ungkap Presidium ICMI ini.

Hobi berkebun biasanya bertalian dengan hobi memiliki burung berkicau. Dan, ternyata benar, Priyo mengaku memiliki enam burung perkutut di rumahnya.

“Iya, benar, ada burung perkutut di rumah,” ujarnya.

Selain perkutut, Priyo memelihara murai, cucak rowo, dan beberapa burung jenis lainnya. Namun, kicauan perkutut adalah yang paling disukainya. “Perkutut yang paling enak didengar,” katanya.

Kesukaannya terhadap burung perkutut, diakui Priyo, sudah lama. Sejak masih berstatus mahasiswa Universitas Gadjah Mada, Priyo gemar mendengar nyanyian perkutut. “Saya juga dulu suka itu, katapelkatapelin burung…., ha-ha-ha,” ujarnya.

*) Kompas, 2 April 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan