-->

Kronik Toggle

Polisi Sita Buku Jihad di Rumah Basuki

CIREBON, Sejumlah barang disita pihak kepolisian dari hasil penggeledahan yang dilakukan di rumah Basuki, adik M Syarif Astanagarif, pelaku bom bunuh diri di Masjid Adz Dzikro, Kompleks Mapolresta Cirebon, Jawa Barat. Penggeledahan berlangsung pada Selasa (19/4/2011), di rumah Basuki yang terletak di Desa Trusmi Wetan RT 13 RW 04, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon.

Polisi menemukan sejumlah barang yang diduga terkait dengan bom bunuh diri yang dilakukan Syarif. Kepala Desa Trusmi Wetan, Kama Bahari Al Qosim, mengatakan, sejumlah barang yang ditemukan di antaranya beberapa keping VCD, sejumlah foto tentang jihad, lembaran fotokopi, serta ceramah dan buku-buku tentang jihad. Barang-barang itu ditemukan di lemari baju Basuki.

Ketua RT 13 RW 04 Trusmi Wetan, Siti Tutasih, mengungkapkan, selain menemukan buku dan berkas-berkas terkait jihad, polisi juga menyita rompi yang sering digunakan Basuki dan komponen elektronik seperti kabel. “Tapi, tidak ada bahan kimia,” kata Siti, yang turut mendampingi polisi untuk melakukan penggeledahan.

Selama proses penggeledahan, wartawan tidak diperkenankan memasuki lokasi. Hanya pengurus desa dan rukun tetangga yang mendampingi pihak kepolisian yang menyaksikan proses penggeledahan tersebut.

Sosok Basuki

Sejumlah warga menilai, sosok Syarif sangat tertutup, tidak ramah, dan jarang keluar rumah. “Tidak sopan. Misalnya, ketika naik motor masuk gang, tidak pernah menyapa. Agak tertutup dan saya juga tidak jelas apa pekerjaannya,” kata Ayub (60), petugas keamanan setempat.

Dalam kesehariannya, Basuki kerap terlihat menggunakan busana gamis dan sorban berwarna putih. Ia pun dikenal jarang bersosialisasi dan beribadah di masjid yang terletak di sekitar rumahnya.

“Tidak tahu shalat di mana, tapi tidak di masjid kami,” kata Siti, Ketua RT 13.

Rumah yang digeledah sesungguhnya milik mertua Basuki, Haji Maina. Keluarga ini dikenal dari kalangan mampu karena memiliki toko batik di Trusmi. Basuki tinggal di rumah tersebut sejak menikahi istrinya, Lilis, tiga tahun silam.

*) Kompas, 19 April 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan