-->

Lainnya Toggle

Penulis Three Cups of Tea Dituduh Berbohong

London — Greg Mortenson, penulis buku Three Cups of Tea yang sangat laris, dituduh telah berbohong ketika mengklaim telah membangun lebih dari 170 sekolah di Asia Tengah. Stasiun televisi CBS yang menelusuri jejak Mortenson menemukan bahwa jumlah sekolah yang dibangun Central Asia Institute, yayasan yang didirikan Mortenson, sama sekali tak akurat.


Program berita CBS 60 Minutes bahkan menuduh yayasan amal yang didirikan Mortenson itu hanya digunakan untuk mencari keuntungan dengan dalih untuk membangun sekolah di Afganistan dan Pakistan yang sebenarnya tidak ada. Program ini menyebut Mortenson menggunakan kelompok amal sebagai “ATM pribadi”.

Dalam buku yang laku keras di seluruh dunia itu digambarkan bagaimana Mortenson, seorang pendaki gunung, tersesat ketika menjelajahi pegunungan di Pakistan utara. Ia kemudian diselamatkan oleh penduduk desa terpencil dan dianggap sebagai bagian dari keluarga mereka. Kebaikan orang-orang desa itulah yang menginspirasi Mortenson untuk membangun sebuah sekolah.

Sekolah itu kemudian berkembang. Situs web Central Asia Institute menyebut mereka telah membangun lebih dari 170 sekolah dan membantu mendidik lebih dari 68.000 siswa, terutama anak-anak perempuan yang pendidikannya terabaikan. Dalam penggalangan dana tahun lalu, yayasan ini telah menghimpun US$ 23,7 juta. Dana sebesar itu, kata Mortenson, bisa dipakai untuk membangun 63 sekolah baru pada tahun ini.

CBS kemudian tertarik melihat sekolah-sekolah itu dan mengikuti jejak pendakian Mortenson. Ternyata mereka menemukan bahwa sejumlah sekolah di Pakistan dan Afganistan yang dikatakan telah didirikan oleh yayasan sama sekali tidak ada atau justru dibangun oleh orang lain. Beberapa kepala sekolah mengatakan bahwa mereka belum menerima dana dari grup selama bertahun-tahun.

Mortenson menyangkal tuduhan itu. Dalam sebuah wawancara dengan Bozeman Daily Chronicle, pendiri dan direktur eksekutif yayasan itu mengatakan, “Tuduhan dan serangan ini sangat meresahkan bagi puluhan ribu anak perempuan (yang tengah sekolah). Semua tuduhan ini demi peringkat Nielsen dan Emmy”.

Central Asia Institute juga telah menjawab tuduhan-tuduhan itu melalui situs web mereka.

BBC | YR

*) Tempointeraktif, 19 April 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan