-->

Kronik Toggle

La Galigo Dipentaskan di Fort Rotterdam

Makassar -Karya Sastra paling masyhur dari Sulawesi Selatan, La Galigo akan dipentaskan di Fort Rotterdam , Makassar , 23-24 April mendatang. Menurut Andi Muhammad Redo dari Tim Produksi Teater La Galigo, pementasan itu untuk lebih mengenalkan cerita La Galigo ke masyarakat luas melalui teater.

”Inilah salah satu bentuk kepedulian kami, karena ironinya, masih banyak masyarakat Makassar yang tidak mengetahui sejarah atau tentang La Galigo itu sendiri,” kata dia kepada Tempo, Kamis (31/3).

Epos yang ditulis antara abad ke-13 dan ke-15 ini merupakan karya terpanjang di dunia, mengalahkan Mahabarata atau Ramayana. Buku-buku ini disimpan pada ruang deposit di lantai dua Perpustakaan Multimedia.  Dibanding daerah lain, Pemerintah Sulawesi Selatan tergolong yang maju dalam merawat budaya dan karya sastra setempat. Perpustakaan multimedia di Jalan Sultan Alauddin Km 7 Makassar yang dibangun pada 2006 itu adalah indikasinya.  Hingga 31 Maret lalu, perpustakaan ini memiliki sedikitnya 11.661 ekslemplar buku.

Setahun sekali pengelola perpustakaan melakukan fumigasi untuk menjaga kelembaban kertas. Sedangkan untuk mencegah serangan rayap, pengelolah menggunakan obat anti rayap. ”Karena kami menggunakan rak dan lemari kayu, jadi obat anti rayap sangat perlu,” ungkap Syamsinar, petugas Ruang Deposit Perpustakaan Multimedia.

Buku sastra lainnya pun tetap terawat dengan baik dalam ruangan seluas 40×30 meter tersebut. Pengelola menggunakan sistem tertutup. Maksudnya jika ada pengunjung yang hendak membaca harus melalui petugas. “Nanti kami yang mencarikan judul buku yang dicarinya,” kata Syamsinar.

Pengunjung pun tak diizinkan membawa pulang buku-buku yang berada ruang deposit, kecuali dibaca di tempat. Untuk pengembalian ke rak atau lemari, petugas pula yang berhak melaksanakannya. KAMILIA

*) Tempointeraktif, 3 April 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan