-->

Literasi dari Sewon Toggle

Katalog Online IBOEKOE (2003-2011)

2010 10 21_Buku_Menyusun Kamar Koran, Indrian Koto2Katalog Terbitan Online ini merupakan rangkuman dari katalog yang terdapat di situs utama Indonesia Buku. Katalog ini meliputi penerbit-penerbit yang menjadi “Keluarga Besar” Indonesia Buku, seperti IBOEKOE, Gelaranibuku, dbuku, Nagara, Merakesumba, dan ScriPtaManent.

Ngeteh di Patehan: Kisah Beranda Belakang Keraton Yogyakarta

Faiz Ahsoul, dkk | 2011 | 522 hlm | 10.5 × 16.5 cm | Hard Cover | LIMITED EDITION | Rp 100.000

Cerita kehidupan Keraton Yogyakarta sudah banyak dituliskan dalam pelbagai judul buku. Tapi tidak kisah di beranda belakangnya. Khususnya hayat hidup masyarakat di Kelurahan Patehan yang terdiri dari Ngadisuryan, Taman, Nagan, dan Patehan. Proses penulisan buku ini adalah kolaborasi yang melibatkan remaja-remaja Patehan dengan melibatkan sekira 80 narasumber yang seluruhnya warga sendiri dalam sekuen waktu 6 bulan. Dilihat dari prosesnya, buku ini pastilah buku sejarah lokal yang dihimpun dan dituturkan oleh warganya sendiri. Sebuah pencatatan dari dalam. KLIK SELENGKAPNYA

Gelaran Almanak Seni Rupa Jogja 1999-2009

Taufik Rahzen, dkk | Gelaran Budaya, Gelaran Ibuku | 2009 | 872 hlm | PAPER BACK | Rp 150.000,-

Buku ini adalah semacam ”buku pintar” seni rupa yang bisa dipegang oleh seluruh komponen yang berkepentingan dengan dunia seni rupa, terutama di Yogyakarta selama sepuluh tahun terakhir. Sebuah kota yang secara statistik, memiliki puluhan ribu seniman dengan aktivitas seni yang kaya. KLIK SELENGKAPNYA

Seratus Buku Sastra Indonesia yang Patut Dibaca Sebelum Dikuburkan

An. Ismanto, dkk | 2009 | 1001 hlm | 15 x 24 cm | Hard Cover | LIMITED EDITION | Rp 400.000

Buku ini tidak bermaksud mengajukan suatu daftar ”buku-buku terbaik” ataupun ”buku-buku terpenting”. Tujuan utama buku ini adalah untuk menemui buku-buku karya sastra yang punya pengaruh besar dalam membangun pilar-pilar utama Pax Literaria Indonesia. KLIK SELENGKAPNYA

Para Penggila Buku: Seratus Catatan di Balik Buku

Diana AV Sasa, Muhidin M Dahlan | 668 hlm | 15 x 24 cm | Hard Cover | LIMITED EDITION | Rp 200.000

Buku ini menyusuri secara bebas dunia buku meliputi enam bagian terbesar: kisah-kisahnya yang kaya, perpustakaan sebagai rumahnya, musuh-musuh abadi buku dan skandal yang menyertainya, bumbu bagaimana menulis buku, film-film yang mengambil latar dunia buku, revolusi medium buku, dan juga tokoh-tokoh yang menggilainya. KLIK SELENGKAPNYA

Lekra Tak Membakar Buku: Suara Senyap Lembar Kebudayaan Harian Rakjat 1950-1965

Muhidin M Dahlan, Rhoma Dwi Aria Yuliantri | Merakesumba | 584 hlm | 15 x 24 cm | Hard Cover | LIMITED EDITION | Rp 200.000

Buku ini merupakan ”buku putih” yang menjelaskan ”apa adanya” kerja-kerja kreatif yang dihasilkan oleh para pekerja kebudayaan Lekra dengan seluruh aliansi ideologisnya, termasuk dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Buku ini mencakup liputan menyeluruh yang diriset dari sekira 15 ribu artikel (ketoprak, wayang, ludruk, reog), seni tari, seni rupa, musik, film, sastra, buku, dan sikap-sikap kebudayaan secara umum. KLIK SELENGKAPNYA

Laporan dari Bawah: Sehimpun Cerita Pendek Lekra Harian Rakjat 1950-1965

Muhidin M Dahlan, Rhoma Dwi Aria Yuliantri | Merakesumba | 558 hlm | 15 x 24 cm | Hard Cover | LIMITED EDITION | Rp 200.000

Buku ini merekam geliat cerita pendek yang ditulis oleh eksponen budaya Lekra (sastra) untuk memberitahu bagaimana gaya realisme sosialis ”ditemukan”, ”diadaptasi”, dan ”dipraktikkan” di lapangan kesusastraan Indonesia. KLIK SELENGKAPNYA

Gugur Merah: Sehimpunan Puisi Lekra Harian Rakjat (1950-1965)

Muhidin M Dahlan, Rhoma Dwi Aria Yuliantri | Merakesumba | 966 hlm | 15 x 24 cm | Hard Cover | LIMITED EDITION | Rp 300.000

Himpunan puisi ini merupakan ikhtiar mengumpulkan sekira 450 puisi dari 111 penyair Lekra yang nama dan puisinya terekam di lembar kebudayaan Harian Rakjat sepanjang 15 tahun (1950-1965). KLIK SELENGKAPNYA

Tanah Air Bahasa: Seratus Jejak Pers Indonesia

Taufik Rahzen, dkk | 2007 | 456 hlm | Paper Back | Cetak Massal | Rp 75.000

Tokoh-tokoh yang terhimpun dalam buku ini menunjuk pada semangat jalan pers kita dan upaya para pengelolanya yang bekerja sepenuh jiwa dalam mengartikulasikan dan memberi sumbangan kepada bahasa Indonesia dan tanah air dalam upaya membangun citra untuk apa dan dalam posisi apa nasionalisme dibangun dari kurun ke kurun. Ini adalah rekam jejak upaya-upaya manusia Indonesia, dalam hal ini mereka yang berada di jalur pers dan jurnalisme. Mereka ingin membangun, memelihara, memberi citra, menaklukkan, sekaligus memberi penghuni pada bahasa Indonesia. KLIK SELENGKAPNYA

Seabad Pers Perempuan: Bahasa Ibu Bahasa Bangsa

Hajar Nur Setyowati, dkk | 406 hlm | 15 x 24 cm | Hard Cover | LIMITED EDITION | Rp 300.000

Buku ini adalah dokumentasi seabad perjalanan pers perempuan di Indonesia. Tarikh ini dihitung dari lahirnya Poetri Hindia yang terbit pertama kali pada 1 Juli 1908. Sebagai wujud dari keterlibatan semua momentum itu, buku ini dikerjakan segelintir perempuan muda dengan cara didaktik dan kronikal, merekam biografi pers-pers perempuan Indonesia dari masa ke masa (1908 – 2008); dari pelbagai daerah, pelbagai organisasi, dan dari pelbagai bahasa (Indonesia, Jawa, Sunda, Melayu, Arab, dan Belanda) yang mewarnai perjalanan sejarah pers Indonesia. KLIK SELENGKAPNYA

Seabad Pers Kebangsaan (1907-2007): Bahasa Bangsa, Tanah Air Bahasa

Taufik Rahzen, dkk | 2008 | 1184 hlm | Edisi Hitam Putih | 15 × 24 cm | Hard Cover | Limited Edition | Rp 625.000,-

Sebagai sebuah perayaan tradisi pers Indonesia, buku ini menuliskan kembali 365 mini-biografi pers Indonesia. Bukan hanya cetak, tapi juga elektronik, bahkan tradisi pers di internet. Diriset dari pers yang terbit di hampir seluruh daerah, pelbagai bahasa (Indonesia, Jawa, Sunda, Belanda), dan seluruh kurun (1907-2007—bahkan sampai merentang lebih jauh pada 1744). KLIK SELENGKAPNYA

Karya-karya Lengkap Tirto Adhi Soerjo

Iswara N Raditya, Muhidin M Dahlan | 2008 | 1060 hlm | 15 x 24 cm | Hard Cover | Limited Edition | Rp 400.000

Berpengharapan melanjutkan tradisi Pramoedya Ananta Toer, buku ini mencoba menggali lebih dalam tentang Sang Pemula itu; lebih khusus menggelar karya-karya yang pernah ditulis Tirto Adhi Soerjo, dinukil langsung dari suratkabarnya: Pembrita Betawi, Soenda Berita, Medan Prijaji, Soeloeh Keadilan, serta Potri Hindia. KLIK SELENGKAPNYA

Karya-karya Lengkap Marco Kartodikromo

Agung Dwi Hartanto | 2008 | 688 hlm | 15 x 24 cm | Hard Cover | LIMITED EDITION | Rp 300.000

Buku ini mengupas sosok seorang Marco berikut karya-karyanya. Pendiri organisasi wartawan pertama, Indlandsch Jounalistn Bond (IJB) di Surakarta ini tercatat pernah mengawaki antara lain Medan Prijaji, Doenia Bergerak, Sinar Djawa, Sinar Hindia, Medan Muslimin, dan Hidoep. KLIK SELENGKAPNYA

Kronik Kebangkitan Indonesia 1913-1917

Taufik Rahzen, dkk | 2009 | 820 halaman | Hard Cover | LIMITED EDITION | Rp 650.000,-

Buku ini adalah buku jilid kedua dari 21 jilid. Dihadirkan dalam kerangka untuk melihat Indo­nesia dalam perjalanannya yang sudah seratus tahun pada kalender 2008. Seri II ini merentangkan kehidupan manusia Indonesia dari hari ke hari, dari tanggal 1 hingga 30, dari Januari hingga Desember, dari 1913 hingga 1917. KLIK SELENGKAPNYA

Intellectual Property Implications on Biological Resources: Indonesia’s Adoption of International Intellectual Property Regimes and the Failure to Adequately Address the Policy Challenges In the Area of Biological Resources

Nurul Barizah | The Nagara Institute | 536 p | 15 x 24 cm | Hard Cover | LIMITED EDITION | Rp 300.000

This book aims to analyse whether the choices made by the Indonesian Government in response to Indonesia’s obligation under the TRIRIPs Agreement concerning biological resources are suitable for Indonesia in its current state of economic, social and cultural development, and national interest. KLIK SELENGKAPNYA

Geographical Indications Protection In Indonesia Based on Cultural Rights Approach

Miranda Risang Ayu | Nagara Institute | 408 p | 15 x 24 cm | Hard Cover | LIMITED EDITION | Rp 200.000

Geograpichal Indication is a type of Intelectual Property Right which consist of a trade name on a product that identifies a geographical origin, and perticularly, a special character resulted from the origin, that makes a product distinctive. KLIK SELENGKAPNYA

A New Theory of Education Reform in Indonesia: Globalisation and Recontextualisation in the Post Colonial Condition

Ella Yulaelawati MA, Ph.D. | Nagara Institute | 2009 | Bahasa: Inggris | 408 halaman | 15 x 24 cm | Hard cover | LIMITED EDITION | Rp 200.000

Temuan utama dari studi dalam buku ini adalah bahwa pandangan dan praktek para pendidik Indonesia didasari keberpihakan yang tegas terhadap “heterocultures” lokal. Heterocultures lokal dapat dimaknai sebagai heterogenitas budaya-budaya lokal. Hal ini berbeda dengan keragaman budaya lokal (multiculture), karena keragaman lebih dimaknai sebagai budaya dari berbagai etnik. KLIK SELENGKAPNYA

Aku dan Ibuku, Catatan Bakti Sepekan Anak-anak Jambu Kediri

Ahmad Ikhwan Susilo, dkk | Gelaran Ibuku | 2009 | 350 hlm | 13 × 20 cm | Hard Cover | LIMITED EDITION | Rp 100.000,-

Buku ini adalah catatan harian 28 siswa Madrasah Tsanawiyah di daerah terpencil Kediri. berkisah dengan detail dalam hitungan jam tentang diri dan ibu mereka. Dimulai dari bangun hingga tidur kembali, selama rentang waktu satu pekan. Penulisan ini dipimpin dan dibimbing guru bahasa Indonesia sekolah mereka. KLIK SELENGKAPNYA

Surat untuk Ibu Negara

151 Siswa dari SD-SMA (6 sekolah) | Gelaran Ibuku | 334 hlm | 2009 | Hard Cover | LIMITED EDITION | Rp 100.000

Penulis-penulis surat berusia belia ini tinggal di balik himpitan batu pegunungan barisan bukit selatan. Tersudut di ujung utara Kabupaten Pacitan, sebuah kabupaten paling miskin yang menjaga perbatasan Barat Daya Provinsi Jawa Timur. KLIK SELENGKAPNYA

Pemberontak Tak (Selalu) Salah: Seratus Pemberontakan di Nusantara

Petrik Matanasi | IBOEKOE | 2009 | 539 hlm | 15 x 24 cm | Hard Cover | Limited Edition | Rp 300.000

Ada banyak pemberontakan yang pernah terjadi di Indonesia. Sejak zaman kerajaan Hindu, zaman feodal, hingga masa-masa sekarang ini. Jumlahnya lebih dari ratusan, namun banyak yang tidak tercatat dalam sejarah. Seratus Pemberontakan yang ditulis dalam buku ini juga hanya sebagian dari seluruh pemberontakan yang pernah terjadi di Indonesia. KLIK SELENGKAPNYA

7 Ibu Bangsa

Petrik Matanasi, dkk | 688 hlm | 15 x 24 cm | Hard Cover | LIMITED EDITION | Rp 200.000

Ketujuh Ibu dalam buku ini adalah segelintir dari elit penggerak sejarah Indonesia. Beberapa nama di antaranya nyaris tenggelam dan tak dikenali sejarah. Betapapun mereka tenggelam dalam kubangan sejarah yang memburamkan, banyak hal  telah mereka lakukan untuk bangsa bernama Indonesia. Cut Nyak Dien harus bergerilya di hutan. Megawati harus menerima tekanan penguasa. Kartini terkungkung dalam sangkar emasnya. Inggit Garnasih harus banting tulang menghidupi Soekarno yang kemudian berpaling. Roehana Koedoes juga menjadi bahan gunjingan orang-orang konservatif. Tien Soeharto harus bersebrangan dengan banyak pihak demi citra Indonesia. We Tenriolle juga harus dimusuhi keluarganya ketika naik tahta. KLIK SELENGKAPNYA

7 Bapak Bangsa

Iswara N Raditya, dkk | 688 hlm | 15 x 24 cm | Hard Cover | Limited Edition | Rp 200.000

”Tujuh Bapak Bangsa” membincangkan hal-ihwal bapak dan kebangsaan nasional, mengulik peran mereka dalam menggagas, membentuk, serta membangun Indonesia. Masing-masing dari bapak bangsa memiliki ciri khas dan spesialisasi tersendiri dalam bidang pergerakannya. Ranah yang dianggap layak dijamah sebagai medan perjuangan mereka meliputi: pers, politik, pendidikan, ekonomi, revolusi, militer, dan pembangunan. Sedangkan para peneguh yang dinilai tepat dalam masing-masing bidang itu adalah Tirto Adhi Soerjo, HOS Tjokroaminoto, Ki Hajar Dewantara, Mohammadd Hatta, Soekarno, Soerdirman, dan Soeharto. KLIK SELENGKAPNYA

Ensiklopedia Sastra Dunia

Anton Kurnia | 314 halaman | 15 x 24 cm | Paperback | Rp 50.000

Buku ini disusun untuk membantu mereka yang berminat membaca dan menyingkap khazanah sastra dunia, serta mencari tahu tentang riwayat hidup, proses kreatif, dan intisari karya sejumlah sastrawan penting yang menulis dalam beragam genre–cerpen, novel, puisi, esai, lakon. Sebagai sebuah ensiklopedia sederhana dan pengantar menuju sastra dunia, buku ini memuat profil 315 sastrawan terkemuka di pelbagai penjuru dunia dari pelbagai zaman–sejak pujangga Yunani zaman silam Homer hingga pemenang Hadiah Novel Sastra 2005, Harold Pintar–dilengkapi informasi tentang karya-karya mereka yang telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia. KLIK SELENGKAPNYA

Tuntutlah Ilmu Sampai ke Nippon

Ika Dewi Ana | 246 halaman | 12 x 18 cm | Paperback | Rp 32.500

Buku ini menceritakan seluk beluk pengalaman belajar dan hidup di Jepang selama lima tahun. Ika Dewi Ana memperkenalkan kepada Anda corak interaksi dengan kebudayaan, bahasa, dan huruf kanji, serta makanan Jepang dan sekaligus strategi-strategi kecil memperkenalkan tradisi Indonesia secara elegan. Buku ini juga memberitahu Anda siasat hidup sehari-hari dengan masyarakat jepang yang serba teratur, disiplin, dan ulet dan sekaligus buku ini bisa memandu Anda berkunjung ke pelosok-pelosok Jepang. KLIK SELENGKAPNYA

Adam Hawa: Hawa Bukan Perempuan Pertama

Muhidin M Dahlan | ScriptaManent | Cet. 1 (2005) | 156 hlm | 12 × 19 cm | Paperback | Rp 22.500

Buku ini pernah mendapat somasi dari Majelis Mujahidin Indonesia (KLIK DI SINI SURAT SOMASINYA). Pemicunya adalah ketika resensi Chavchay Syaifullah (KLIK DI SINI) dimuat di Harian Media Indonesia, 6 November 2005. Berkisah tentang Adam Hawa yang tak ada dalam Kitab Suci. KLIK SEENGKAPNYA

Kabar Buruk dari Langit: Luka Cinta Pencari Tuhan

Muhidin M Dahlan | ScriptaManent | Cet. 1 (2005) | 562 hlm | 12 × 19 cm | Paperback | Cetak Massal | Rp 55.000

Di helai-helai halaman novel ini, sejarah penyebaran Islam di Jawa dan Nusantara dimampatkan. Tapi bukan sejarah penyebaran Islam yang lurus dan adem ayem seperti yang biasa kita dengar, melainkan kilasan sejarah yang penuh intrik, pertarungan, dan tentu saja berdarah-darah, antara dua model pemahaman Islam yang bertumpu pada syari’ah dan fiqih dengan sebuah model pemahaman Islam yang lebih bertopang pada laku ibadat yang personal dan penuh mistik: ajaran wahdatul wujud (manunggaling kawulo lan Gusti). KLIK SELENGKAPNYA

Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur: Memoar Luka Seorang Muslimah

Muhidin M Dahlan | ScriptaManent | Cet. 1 (2003), Cet. 17 (2010) | 261 hlm | 12 × 19 cm | Paperback | Cetak Massal | Rp 34.000

Novel ini berkisah tentang seorang muslimah yang taat. Tapi di tengah jalan ia diterpa badai kekecewaan. Organisasi garis keras yang mencita-citakan tegaknya syariat islam di Indonesia yang di idealkannya bisa mengantarkannya berislam secara kaffah ternyata malah merampas nalar kritis sekaligus imannya. Setiap tanya yang dia ajukan dijawab dengan dogma yang tertutup. Berkali-kali di gugatnya kondisi itu tapi hanya kehampaan yang hadir. Bahkan Tuhan yang selama ini dia agung-agungkan seperti “lari dari tanggung jawab” dan “emoh” menjawab keluhannya. KLIK SELENGKAPNYA

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan