-->

Kronik Toggle

Kartu Pos dari Kutu Buku

SURABAYA–Lewat kartu pos buatan sendiri, para pencinta buku mengungkapkan pendapat mereka terhadap sebuah buku yang telah dibaca. Kartu pos yang dikirim para pencinta buku dari berbagai kota itu dipamerkan di Perpustakaan C20, Kota Surabaya, Jawa Timur, 23-30 April 2011.

Dalam puluhan kartu pos yang digantung berjajar-jajar dengan seutas tali itu tampak kartu pos buatan Rici Alric Kristian. Di bagian belakang kartu pos itu tampak sosok dua perempuan yang berdiri berhadapan. Di antara mereka terdapat sebuah topi hitam setinggi badan. Seekor kelinci putih menyembulkan kepalanya dari dalam topi.

Gambar itu merepresentasikan sosok Sophie dan Hilde dalam buku Dunia Sophie karya penulis Norwegia, Jostein Gaarder. Di bagian depan kartu posnya, Rici menulis, ”Sebuah novel yang membuat saya pertama kali giat membaca. Buku ini mengulas bagaimana filsafat berkembang dari pemikir ke pemikir lainnya….”

Selain kartu pos karya Rici yang berasal dari Surabaya, Perpustakaan C20 yang didirikan Kathleen Azali ini juga menerima puluhan kartu pos dari luar Kota Surabaya. Ada kartu pos dari Yogyakarta, Makassar, bahkan dari Perancis.

Kartu pos itu dikirim para pencinta buku sahabat Perpustakaan C20 dalam program Postcard from Bookworms. Kegiatan ini diadakan untuk menyambut Hari Buku yang jatuh pada 23 April lalu.

Semua orang bebas mengikuti program ini. Perpustakaan C20 yang menjadi salah satu pusat kegiatan anak muda di Kota Surabaya ini mengumumkan programnya di situs jejaring sosial dan website sehingga bisa merangkul para pencinta buku dari luar Kota Surabaya.

Dalam kartu pos itu, para pencinta buku menuliskan opini mereka terhadap sebuah buku yang dianggap berkesan. Ada yang memilih novel terjemahan, novel lokal, buku sejarah, komik hingga buku musik. Mereka bebas menafsirkan isi bukunya dalam kartu pos itu baik lewat gambar maupun tulisan.

Anitha Silvia, misalnya, cukup menuliskan kata ”Olenka” dengan krayon berwarna oranye dan merah untuk menunjukkan novel Olenka karya Budi Darma yang disukainya.

Adapun Pauline Sen memilih menempelkan daun dan bunga rumput untuk menunjukkan buku Music & Nature. ”Ini buku yang kubaca saat masih kecil. Aku enggak bisa menggambar, makanya di kartu pos aku buat not balok sama tak tempelin daun, jadi music and nature,” ujarnya.

Selain dengan kartu pos, Hari Buku juga dirayakan dengan meluncurkan peta buku Kota Surabaya. Dalam peta itu, mereka membuat daftar alamat perpustakaan, taman bacaan, dan toko buku di Surabaya. Peta ini dibuat dalam versi cetak dan online. ”Peta ini masih akan terus diperbarui soalnya belum semua masuk,” kata Anitha Silvia yang aktif mengikuti berbagai kegiatan anak muda di Perpustakaan C20.

Lewat program ini, pengelola Perpustakaan C20 ingin mendorong para pencinta buku untuk memikirkan dan merumuskan buku yang telah dibaca baik secara teks maupun visual.

Selain itu, menuliskan sebuah buku lewat kartu pos juga berarti memberikan rekomendasi buku secara personal kepada orang lain. (Idha Saraswati)

Sumber: Kompas, 23 April 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan