-->

Resensi Toggle

Kabar Resensi Pekan Pertama April 2011

Berikut ini adalah KABAR BUKU Edisi Khusus RESENSI yang disiarkan RADIO BUKU bekerjasama dengan portal berita www.indonesiabuku.com. Kabar sepekan resensi buku di sejumlah media di Indonesia.

+ + +

Komik Dunia Kreatif Tanpa Batas

Karya Indiria Maharsi

Resensi ditulis oleh Aris Hasyim

Dimuat MEDIA INDONESIA 9 april 2011

Siapa sangka komik merupakan mediasi dalam dunia edukasi yang sangat berpengaruh memberi pemahaman yang lebih cepat. Dalam buku ini penulis juga menegaskan bahwa peran komik di era modern bukan hanya sebuah mediasi pengumbar mimpi fantasi atau pseudo reality, melainkan juga media yang lebih mengisi dan mengkritisi secara etis dan estetis terhadap perkembangan bangsa.*

Teknik dan Ragam Hias Batik Yogya dan Solo

Karya Tumbu Ramelan

Resensi ditulis oleh Hadriani P | Riska Sri Handayani

Dimuat KORAN TEMPO, 10 April 2011

Buku ini mengajak pembaca untuk tidak meniggalkan batik khususnya batik tradisional. Minimnya pengetahuan generasi sekarang tentang motif batik tradisional  menjadi alasan Sri Soedewi Samsi menulis buku ini. Terdapat 370 koleksi motif batik dalam bukunya. Harapan dari penulis tentang  buku ini dapat meneyebarkan semangat menggunakan batik tulis dan batik cap kepada masyarakat. Buku batik lain yang patut disimak adalah My Batik Story, A silent Labor of  Love karya Ani Bambang Yudhoyono. Buku ini mengisahkan ihwal seni membatik. Juga menjelaskan tentang karakteristik batik dan juga sejarahnya. Juga tentu saja buku The 20th Century Batik Masterpieces karya Tumbu Ramelan. Buku ini menggambarkan lebih detail tentang Batik Indonesia. Dalam 5 BAB buku ini membahas batik dari Yogya, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur maupun Sumatra. Dalam buku ini terdapat penjelasan tentang asal batik, motif, teknik, bahan, cara pewarnaan, tahun pembuatan, hingga ukuran.*

JayaPedoman Menuju Tidak Bahagia

Karya Jaya Suprana

Resensi Ditulis oleh Musyfak Timur Banua

Dimuat  SUARA MERDEKA, 10 April 2011

Buku ini hadir dengan Misi khusus, dalam rangka membongkar cara pandang manusia terhadap kebahagiaan. Dalam penjelasannya  Menyarankan agar orang-orang yang menuju perasaan tidak bahagia harus menhindari sikap-sikap positif, namun sebaliknya seseorang harus mengembangbiakan sikap-sikap destruktif pada dirinya sendiri untuk tidak bahagia.*

Lost Butterfly : Dilema Cinta Mantan Pria

Karya Yandasadra

Resensi Ditulis oleh S.H Rachman Wahyudi

Dimuat JAWA POS, 10 April 2011

Novel yang mengisahkan kaum transgender ini, mengajak pembaca  untuk memahami tentang keterasingan kaum transgender dalam kehidupan masyarakat. Penulis juga memaparkan tentang pernak-pernik kehidupan mereka yang menyimpang. Mengisahkan lelaki jawa yang berprofesi sebagai dosen muda dalam ilmu filsafat dan sosiologi agama. Ia beranggapan bahwa istilah Maria (mantan Pria) lebih tepat daripada waria yang bermakna ganda Wanita dan Pria. Namun secara jelas novel ini mengarahkan pembaca untuk menyimak fenomena transgender dari sisi religius melalui percakapan demi percakapan. Pokok bahasan yang penting dalam novel ini adalah pertentangan pendapat mengenai sah atau tidaknya operasi kelamin.*

Si Buta dari Gua Plato dan 99 Anekdot Filsafat Lainnya

Karya Rif’an Anwar

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 10 April 2011

Resensi Ditulis oleh Iksan Basoeky

Buku unik ini sangat berbeda dengan buku filsafat lainnya. Buku ini lebih bercorak humoris, gagasan-gagasan filsafat yang ditampilkan juga sangat menarik, tidak kalah dengan buku filsafat yang lain gagasan-gagasan itu juga ditampilkan dengan referensi-referensi filsafat  yang menjelaskan terhadap makna filsofis dalam dunia filsafat.*

Chiefdom Madinah:  Salah Paham Negara Islam

Karya Dr. Abdul Aziz, MA

Resensi Ditulis oleh Susie Evidia Y

Dimuat REPUBLIKA, 10 April 2011

Buku ini mengkaji politik Islam yang memahami tentang tiga pandangan yang menyangkut agama dan negara. Yang pertama tentang pandangan yang mewajibkan pendirian sebuah negara Islam. Kedua, pandangan tentang negara sekuler yang meyakini negara sekuler memisahkan urusan negara dan agama. Dan yang ketiga adalah pentingnya internalisasi nilai-nilai Islam dalam bernegara tanpa harus melabeli dengan nama negara Islam, tetapi juga tidak menjadi negara sekuler. Dalam buku ini penulis  mengurai beberapa teori bentuk negara Islam termasuk kelahiran, perkembangan yang kaya inspirasi, hingga keruntuhan negara Madinah. (AYA/IBOEKOE)

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan