-->

Resensi Toggle

Kabar Resensi Pekan Kedua April 2011

86Berikut ini adalah KABAR BUKU Edisi Khusus RESENSI yang disiarkan RADIO BUKU bekerjasama dengan portal berita www.indonesiabuku.com. Kabar sepekan resensi buku di sejumlah media di Indonesia.

+ + + + + + + + +


Keliling Indonesia: Dari Era Bung Karno sampai SBY

Karya Gerson Poyk

Resensi ditulis Siska Nurifah

Dimuat MEDIA INDONESIA, April 2011

Sebualan sekali, Media Indonesia menyelenggarakan Obrolan Pembaca Media Indonesia (OPMI). OPMI kali ini membahas buku Gerson Poyk, seorang jurnalis petualang kawakan. Pengalamannya melanglang buana di berbagai pelosok Indonesia sejak 1963 mampu membuahkan laporan penjelajahan negara yang penuh makna. Buku ini juga mengulas kondisi buruk beberapa tempat wisata dan tempat-tempat lainnya di Indonesia, yang ternyata masih sama saja hingga sekarang. Selain itu juga tergambarkan kondisi sosial, budaya, cara hidup masyarakat Indonesia terutama di era Bung Karno.*

Sains Leonardo

Karya Frijof Capra

Resensi ditulis oleh Dian Basuki

Dimuat KORAN TEMPO, 17 April 2011

Buku ini tak hanya memperlihatkan kehebatan Leonardo da Vinci, tapi juga kepiawaian penulisnya dalam mengungkapkan sosok sang tokoh dalam sebuah potret yang koheren. Leonardo dikenal lebih dikenal sebagai pelukis. Namun lelaki ini punya sisi lain yang jarang ditulis. Ia banyak meninggalkan buku-buku catatan tebal dan penuh deskripsi terperinci tentang eksperimen-eksperimennya, gambar-gambar cemerlang, dan analisis mendalam tentang temuannya. Hanya ada sedikit buku tentang sains Leonardo. Sejak entri-entri awal ketika ia memulai penyelidikan ilmiahnya hingga hari-hari terakhirnya ia mengisi buku-buku catatannya dengan deklarasi tentang nilai pentingnya pengamatan metodis dan eksperimentasi. Ia tak pernah lelah dalam menekankan pentingnya sperienza, pengalaman langsung dengan gejala alam. Capra bermaksud menunjukan bahwa dengan bangkitnya pemikiran sistemik dan penekanannya pada jaringan kompleksitas, dan pola-pola organisasi, kita dapat lebih mengapresiasi kekuatan sains Leonardo dan relevansinya dengan dunia modern kita.*

86

Karya Okky Madasari

Resensi ditulis oleh Zulham Mubarak

Dimuat  JAWA POS, 17 April 2011

Novel berjudul 86 ini mengisahkan seorang gadis polos yang bernama  Arimbi yang berprofesi sebagai juru ketik di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Latar belakang ekonomi yang kian membawa gadis ini terjebak dalam korupsi, kolusi, hingga peredaran narkotika. Dalam novel ini juga ditampilkan eskalasi konflik batin Arimbi setelah tertangkap tangan oleh KPK karena terlibat praktik suap dan harus menjalani proses persidangan. Buku ini menawarkan opini bahwa keadilan itu bisa menjadi sebuah relativitas yang akhirnya ditentukan secara subjektif oleh para aparat penegak hukum. Dalam kisah 86 ini kita juga akan dituntun mengeja kembali makna keadilan dan mengevaluasi diri berubah secara saksama.*

Pluralisme Menyelamatkan Agama-agama

Karya Moh. Shofan

Resensi ditulis oleh Tommy Setiawan

Dimuat  KEDAULATAN RAKYAT, 17 April 2011

Buku ini berusaha untuk menegakkan pluralisme di Indonesia. Menurut penulis, menegakkan pluralisme butuh pengorbanan yang sangat besar dan tidak mudah. Pluralisme tidak boleh dibiarkan begitu saja. Perbedaan harus dijadikan sebagai sarana dalam membangun kebersamaan bukan menjadikan ajang perselisihan atau permusuhan.*

Bocah Penjinak Angin

Karya William Kamkwamba dan Bryan Mealer

Resensi ditulis oleh Rosyid Nurul Hakim

Dimuat  REPUBLIKA, 17 April 2011

Buku ini bercerita perjalanan hidup seorang anak yang bernama William Kamkwamba. Ia adalah seorang remaja Malawi yang sangat takut terhadap sihir, yang berusaha membangkitkan sumber energi listrik melalui kincir angin. Pada awalnya, tetangga, teman-teman bahkan ibunya sendiri menganggap William gila. Namun William tidak peduli dia mengerjakan proyek terbesar dalam hidupnya itu. Dengan menggunakan barang-barang yang dianggap rongsokan. William hidup di negara Malawi, yaitu negara yang dilanda bencana kelaparan besar. Bencana itu sangat mempengaruhi kehidupan William Kamkwamba. Bagi William, kelaparan adalah suatu hal yang sangat memprihatinkan. Hal lain yang membuatnya bersedih adalah ia harus putus sekolah karena ayahnya tidak mampu membiayai pendidikannya. Setelah berhari-hari berkutat dengan barang rongsokan kincir angin William berhasil. Hampir setengah tebal buku hanya berisi tentang pola hidup masyarakat Malawi, kepercayaan terhadap sihir, kehebatan ayah dan kakek William dan kondisi kelaparan di Malawi. Buku ini bisa saja dijadikan pelajaran bagi mereka yang sedang berjuang dengan mimpi dan keinginannya.*

Indonesia, Wikileaks, dan Julian Assange

Karya Hendri F Isnaeni

Resensi ditulis oleh M farohul Mukthi

Dimuat SUARA MERDEKA, 17 April 2011

Buku ini memaparkan bocoran-bocoran Wikileaks. Tentu saja Indonesia tak urung menjadi “keisengan” Wikileaks. Beberapa kawat diplomatik negara asing yang menyangkut pemerintah negeri ini pun diumbar ke publik. Selain itu juga seperti upaya AS yang memanfaatkan para pengguna Facebook dan Blogger dalam negeri untuk menyebarkan pengaruh, sikap AS dalam merespons Pemilu di Indonesia tahun 2004, serta dukungan AS dalam memerangi terorisme di Indonesia. Wikileaks adalah situs milik sebuah organisasi nirlaba yang diluncurkan pada 2006. Yang bertujuan menyebarkan informasi kepada semua orang mengenai apa yang dilakukan pemerintah negara-negara di seantero bumi ini. (AYA/IBOEKOE)

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan