-->

Lainnya Toggle

Goodreads Indonesia, Kutu Buku Nggak Kuper

GRI-GRIDENGAN membaca, beragam informasi dan pengetahuan bisa kita dapat. Oleh karena itu, banyak yang rela menghabiskan waktunya hanya untuk membaca berbagai buku agar segala keingintahuannya bisa terpenuhi. Dan, tak jarang mereka mendapat julukan si kutu buku. Bicara si kutu buku, ada pula yang menganggap mereka menjadi kurang pergaulan alias kuper.

Namun anggapan seperti itu layaknya harus ditepis karena saat ini ada komunitas yang tergabung dalam Goodreads Indonesia (GRI) yang justru kerap melakukan berbagai kegiatan yang menunjukan bahwa mereka bergaul dengan dunia luar. Bagi mereka yang kerap membaca buku kuliner, akan ada kegiatan yang berhubungan dengan menikmati berbagai makanan. Yang suka musik, akan melakukan kegiatan karaoke dan yang suka film akan mengadakan nonton bareng.

Saat ini anggota Goodreads Indonesia telah mencapai 2.000 orang  dan tersebar di seluruh Indonesia.  “Jadi, para kutu buku ini bukan orang-orang yang tidak gaul, buktinya ada yang suka karaoke, nonton bareng dan makan bersama,” kata Endah, anggota senior Goodreads Indonesia saat menghadiri Gathering TNOL akhir Februari kemarin.

Anggota yang tergabung dalam GRI, sambung Endah, merupakan pembaca buku yang maniak sehingga tidak bisa disebut sebagai pembaca yang sambil lalu saja. Selera membaca mereka pun beragam dari yang serius hingga yang fiksi seperti buku sejarah, politik, hukum dan komik Jepang. Dan ketika para anggota GRI mengadakan pertemuan, mereka pun langsung akrab.

Dengan bergabung di GRI maka para anggota juga tidak akan bingung menentukan buku yang hendak dibeli karena sesama anggota GRI yang lain akan memberikan referensi sehingga bisa menghemat anggaran untuk membeli buku. “Yang belum jadi pembaca pun sangat terbuka untuk bergabung di GRI. Mudah-mudahan dengan bergabung maka minat bacanya tumbuh,” jelasnya.

Goodreads Indonesia adalah jejaring sosial pembaca Indonesia untuk mengetahui berbagai macam buku yang telah, sedang, atau hendak dibaca. Disini ada berbagai macam group yang dinginkan pembaca. Misi GRI adalah mengkampanyekan minat baca di masyarakat dan menjadi trendsetter buku di Indonesia agar bisa menumbuhkan minat pembaca masyarakat Indonesia.

GRI telah berupaya untuk selalu berperan aktif dalam dunia perbukuan di Indonesia. Oleh karena itu GRI tidak hanya sebagai komunitas pembaca pasif tapi hendak menjadi komunitas pembaca yang aktif sehingga keberadaan GRI bisa menjadi jembatan antara pembaca, penulis, dan penerbit.

Ada banyak keuntungan jika bergabung dengan GRI, diantaranya mengetahui berita terkini dari penerbit, sebagai referensi untuk membeli sebuah buku, karena bisa melihat review buku yang bersangkutan terlebih dahulu, bisa menulis review tentang sebuah buku dengan bebas, diskusi buku dari segala genre dan menambah teman yang mempunyai hobi sama.

Untuk mewujudkannya, ada sejumlah program yang dirancang Goodreads Indonesia seperti bertemu penulis, baca buku bareng, nobar (nonton bareng) film based on book, atau napak tilas cerita buku sejarah, mengaktifkan perpustakaan. Saat ini kegiatan yang rutin dilakukan GRI adalah, membaca buku bareng, nominasi buku terbaik setiap bulan, nonton film bareng berdasarkan sebuah buku, tukar menukar buku (bookswap) dan sobat perpus.

Selain mengadakan kegiatan yang berkaitan dengan buku, GRI juga kerap mengadakan bakti sosial untuk para korban bencana alam. Selain menyumbangkan makanan, pakaian dan uang, GRI juga memberikan sumbangan buku dan mendongeng untuk para korban bencana alam seperti yang terjadi di Padang dan Magelang.

Goodreads didirikan oleh Otis Chandler, pria berkebangsaan Amerika Serikat pada Januari 2007. Sedangkan Goodreads Indonesia dibentuk pada 7 Juni 2007 oleh Femmy Syahrani yang bertujuan agar Indonesia mempunyai data-data dari berbagai macam buku dan menumbuhkan minat baca masyarakat Indonesia.
Safari Sidakaton

2 Comments

Marchel - 21. Apr, 2011 -

Aha betul itu. Ga semua kutu buku itu kuper, dan ga semua yang kuper itu pasti kutu buku. Betul !?

SOMMA ROSY - 25. Apr, 2011 -

ah…kutu buku tuh bagus….pinter.masa hari ke hari baca melulu pasti dong ada sosial dalam kegiatan bacanya buktinya banayk komunitas baca buku.ini kan gaul bukan kuper.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan